Latest News
Wednesday, July 3, 2019

Ns. Fatimatussany, S. Kep*: Keluarga, Tempat Belajar Peduli

 Ns. Fatimatussany, S. Kep
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - "Harta yang paling berharga adalah keluarga, Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga."

Penggalan lagu diatas tersirat ungkapan mendalam sebuah keluarga. Keluarga adalah tempat berharga dan utama dalam proses tumbuh kembang fungsi-fungsi keluarga.

Pelaksanaan fungsi keluarga yang tercantum dalam HARGANAS (Hari Keluarga Nasional) dapat mewujudkan penerapan 4 pendekatan ketahanan keluarga, yaitu keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, dan keluarga peduli dan berbagi (Detik.com). Pada point keempat yaitu keluarga peduli dan berbagi, dimaksudkan keluarga mampu memiliki kepedulian dan keinginan untuk berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan, misalnya membantu salah satu anggota keluarga yang sedang memperbaiki rumah, gotong royong membersihkan lingkungan, dan menolong tetangga yang sakit.

Adanya pendekatan ini diharapkan keluarga menjadi sumber dan muara empati seseorang dapat tumbuh. Tidak acuh terhadap sesama keluarga dan lingkungan, membantu yang membutuhkan, dan tidak meminta balas budi ketika sudah menolong.

Sayangnya, pendekatan yang sedang diupayakan ini berbanding terbalik dengan fakta yang ada di lapangan. Keluarga Indonesia hari ini mengalami perubahan pola kehidupan. Salah satu faktornya adalah sikap individualisme. 

Fakta dalam kasus yang menghebohkan warganet belakangan ini adalah gambaran fungsi keluarga yang terabaikan. Alih-alih untuk mewujudkan keluarga sesuai fungsinya dengan berbagai upaya, justru banyak kasus yang terjadi berawal dari keluarga. Sikap individualisme acap kali menjadi masalah. Kurangnya kepedulian terhadap saran yang diberikan bisa menjadikan ego yang berimbas pedang dalam sebuah keluarga.

Kasus seorang anak membunuh ayah kandungnya karena dibangunkan untuk shalat, Ny. H 30 tahun sebelum membunuh ayahnya bercekcok dengan sang Ibu yang memberikan saran untuk mencari pekerjaan sesuai dengan bidang pendidikannya. Tak terima dengan saran sang Ibu, kemudian Ny. H melemparkan botol pengharum ruangan yang suaranya terdengar oleh sang Ayah yang tengah berwudhu. 

Mendengar suara gaduh tersebut, Ayahnya menghampiri Ny. H yang sudah berada di dalam kamar, karena mengetahui belum melaksanakan shalat ashar, Ayah Ny. H membangunkannya. Tak disangka, Ny. H membuka pintu sembari memegang sebuah pisau dapur yang memang tersimpan di kamarnya. Tanpa ragu ia menusukkan pisau itu ke beberapa bagian tubuh Ayah kandungnya sendiri (Kompas.com).

Pemicu sikap individualisme saat ini adalah pengaruh teknologi, yang didukung oleh tempat tinggal dan lingkungan tempat berasal (Sioloimbona, 2017). Padahal Indonesia terkenal sebagai negara yang masyarakatnya memiliki sikap keramah tamahannya yang mendominasi setiap individunya, akan tetapi semakin kedepan yang terjadi malah sebaliknya, dimana sikap individualisme mulai menjangkit pada masyarakat-masyarakat dalam bangsa Indonesia. Keramahtamahan yang merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia mulai tidak didukung oleh individu-individu yang memiliki sikap individualisme. 

Dalam keluarga, sikap individualisme akan mengaburkan fungsi keluarga. Anggota keluarga tak lagi memegang prinsip untuk saling peduli, saling mendengarkan, dan saling memperhatikan. Wajar jika hari ini banyak keluarga tak berjalan sesuai fungsinya, bahkan nyawa bisa menjadi taruhan karena sikap individualisme ini. 

Islam mengajarkan bahwa keluarga adalah salah satu aspek penting. Membangun keluarga tak boleh ada sikap individualisme karena Islam mencintai orang-orang yang mengasihi, saling memperhatikan, dan tak acuh terhadap sesama. Keluarga yang dibangun atas kepedulian, terlebih kepedulian untuk saling mengingatkan karena Allah akan menjadi keluarga yang ideal. Jauh dari sikap individualisme.[]

*Paramedis
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Ns. Fatimatussany, S. Kep*: Keluarga, Tempat Belajar Peduli Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com