Latest News
Thursday, July 4, 2019

SW. Retnani S.Pd*: Perdagangan Perempuan Sangat Memprihatinkan

SW. Retnani S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA - Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan perempuan dengan berbagai kelebihannya termasuk kodratnya yang senantiasa menjadi daya tarik kehidupan perempuan selalu dikaitkan dengan sesuatu yang lembut, Indah, lemah dan menarik. Posisi perempuan yang indah dan menarik sering dimanfaatkan oleh para laki-laki hidung belang untuk memuaskan hawa nafsunya dan para pemilik modal untuk memasarkan produk-produknya. Begitupun dengan sikap perempuan yang tergambarkan lemah tak berdaya sering disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti para agen atau perantara perdagangan perempuan. Para pemilik perusahaan yang lebih memilih mempekerjakan kaum hawa ketimbang kaum Adam. Sebab, menurut mereka lebih aman dan cenderung penurut.

Perdagangan perempuan sudah seringkali terjadi. Hal ini kebanyakan disebabkan karena faktor ekonomi, biaya hidup yang semakin tinggi, sikap hedonis yang terus menyebar dan meluas hingga ke pelosok Negeri. Serta kurangnya keimanan dan ketakwaan masyarakat. Saat ini himpitan ekonomi yang terus mendesak, memaksa para perempuan mengambil jalan pintas yakni mengadu nasib di negeri orang dengan iming-iming sejumlah uang. 

Sebagaimana yang dilansir dari www.indonesia.com bahwa Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat ada 29 perempuan jadi korban pengantin pesanan di China selama 2016-2019. Para perempuan ini dibawa ke China, dinikahkan dengan lelaki di negara tersebut, dengan iming-iming diberi nafkah besar. Namun, kata Sekjen SBMI Bobi Anwar Maarif, perempuan ini malah ‘dieksploitasi’ dengan bekerja di pabrik tanpa upah.

Dia sama-sama kerja dari jam 7 sampai 6 sore. Kemudian ada lagi kerja tambahan merangkai bunga sampai jam 9 malam. Jadi dia kerja. Tapi dari pekerjaan-pekerjaan itu dia nggak dapat apa-apa. Semua upahnya itu ke suami atau ke mertua. Pemaparannya dalam konferensi pers di LBH Jakarta, Minggu (23/6/2019) siang.

Para perempuan ini berasal dari Jawa Barat (16 orang) dan Kalimantan Barat (13 orang). Mereka dikenalkan dengan lelaki di China lewat mak comblang atau pencari jodoh. Kata Bobi, para perempuan ini tergoda dengan iming-iming uang. 

Pernikahan Diduga untuk Menutupi Perdagangan Manusia

Dari berbagai laporan, SBMI menemukan para perempuan ini dipesan dengan harga 400 juta Rupiah. Dari angka itu, 20 juta diberikan kepada keluarga pengantin perempuan sementara sisanya kepada para perekrut lapangan.

Di China, para korban kerap dianiaya suami dan dipaksa berhubungan seksual, bahkan ketika sedang sakit. Para korban juga dilarang berhubungan dengan keluarga di Indonesia. SBMI menduga, pernikahan ini sebetulnya merupakan praktik perdagangan manusia.

Namun, di China, kasus-kasus ini dianggap sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukan perdagangan orang.

Pengacara LBH Jakarta, Oky Wiratama, mendesak kepolisian mengungkap sindikat perekrut dengan UU TIndak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kisah Monika Berhasil Kabur dari China
Dari 29 kasus yang tercatat, beberapa korban berhasil kabur dari suaminya di China. Salah satunya adalah Monika, 24 tahun, asal Kalimantan Barat. Dia diiming-iming menikah dengan lelaki China yang bekerja sebagai pekerja bangunan dengan gaji besar.

Monika asal Kalimantan Barat, tinggal 10 bulan di China dan dipaksa bekerja tanpa upah serta mengalami kekerasan seksual. (VOA/Rio Tuasikal)

Monika mengaku sempat curiga dengan makcomblang ini. Sebab, dia pernah dilarang mengunggah foto perjalanan di Singkawang karena akan ketahuan polisi. Dia pun berangkat ke China pada September 2018 berbekal kepercayaan terhadap perantaranya. 

Sungguh sangat disayangkan, Nusantara yang begitu berlimpah sumber daya alam dari darat dan laut, tak mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Hingga ratusan perempuan Indonesia menjadi korban perdagangan manusia. Sistem demokrasi yang telah melahirkan sikap hedonisme, sekularisme, individualisme dan pragmatisme telah mendorong perbudakan modern berlangsung terus-menerus dengan cara-cara halus dan tipu daya. Salah satunya adalah diikat dengan tali pernikahan.

Tindak perdagangan orang akan terus terjadi dan bahaya terus mengancam remaja putri kita bila kapitalisme masih menjadi pijakan dalam menentukan kebijakan dan aturan bangsa ini. Indonesia telah memiliki aturan dan hukum tentang perdagangan orang. Akan tetapi kenyataannya, hukuman ini tidak membuat Jera para agen atau perantara perdagangan perempuan serta pihak-pihak yang terkait dengan tindak pidana ini.

Alhasil dari tahun ke tahun jumlah perempuan yang menjadi korban human trafficking semakin banyak dan meluas ke seluruh pelosok negeri. Pemerintah telah mencanangkan kesetaraan gender untuk mengatasi masalah tindak perdagangan orang. Hal ini sama sekali tidak menjamin berkurangnya tindak pidana perdagangan perempuan dan bukan solusi yang tepat. Bahkan, akan membuka peluang problem baru di masyarakat. Sebab, kesetaraan gender tidak sesuai dengan fitrah perempuan.

Maka selama kapitalisme masih menjadi pandangan hidup masyarakat Indonesia, selama itu pula tindak perdagangan orang akan terus menjamur. Bahkan, meskipun kesetaraan gender terwujud (namun, pada faktanya tidak akan dapat terwujud) perempuan dalam sistem kapitalisme hanya akan dipandang sebagai objek dan komoditas. Sistem kapitalisme akan terus menginjak-injak harga diri perempuan dan mendholimi hak-hak perempuan.

Berbeda dengan sistem Islam yang senantiasa menjaga dan melindungi perempuan. Kesejahteraan Rakyat akan terjamin terutama perempuan, anak-anak dan orang tua.
Allah SWT berfirman:

وَاللّٰهُ جَعَلَ لَـكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّ جَعَلَ لَـكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ  الطَّيِّبٰتِ ۗ  اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَ 

"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?"
(QS. An-Nahl 16: Ayat 72).

Sistem Islam akan memberikan pendidikan yang bermutu tinggi. Sehingga akan melahirkan manusia-manusia cerdas, beriman, tangguh dan beradab. Hal ini memudahkan membuka peluang pekerjaan, sehingga dapat memberikan penghasilan bagi rakyat. Tidak seperti sistem kapitalisme saat ini, yang mensekulerismekan pendidikan. Pendidikan menjadi alat memperkaya individu, hingga pendidikan mahal. Hanya orang- orang yang memiliki harta mampu untuk menikmati pendidikan bermutu. Sedangkan orang-orang yang berada pada garis kemiskinan hanya bisa menerima nasib.

Mereka disibukkan dengan membantu orang tua dalam mencari nafkah. Pendidikan jadi terabaikan. Memang ada sekolah-sekolah untuk kalangan bawah, namun mutu, kwalitas, sarana dan prasarana pendidikannya jauh dari sekolah-sekolah elite. Tentu bisa dibayangkan output yang dihasilkan pun jauh dari harapan.

Islam Menjaga Iman dan Taqwa individu, keluarga, masyarakat dan negara. Tonggak keimanan yang kuat inilah yang dapat menghapuskan sikap hedonisme, individualisme dan pragmatisme hidup. Hilangnya sikap- sikap negatif ini sangat membantu rakyat dalam menjalankan kehidupannya yang damai, tidak ada perasaan iri dan dengki. Semua perbuatan dan sikap dilandasi oleh iman dan taqwa kepada Sang Kholiq.

Negara yang dinaungi dengan sistem Islam, akan mengolah kekayaan alamnya demi kesejahteraan dan kebutuhan hidup rakyatnya. Bukan untuk kepentingan asing dan aseng, seperti yang dilakukan rezim saat ini. Maka hanya dengan penerapan syariat Islam dalam negara lah yang mampu menghentikan tindak pidana perdagangan orang. Khilafah akan menjaga dan melindungi perempuan. Sebagaimana sabda Rasululloh shallallahu alaihi wasalam:

 اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

 “Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

 خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)
Allah SWT berfirman:

 هُنَّ لِبَاسٌ لَّـكُمْ وَاَنْـتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ  ۗ  

" Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 187).Wallahu A'lam Bishawab.[]
  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: SW. Retnani S.Pd*: Perdagangan Perempuan Sangat Memprihatinkan Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com