Latest News
Wednesday, July 10, 2019

Yunita Sari, S.Pd*: Anak Anak Dan Perempuan Rawan Human Trafficking

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA - Perdagangan orang khususnya bagi kaum perempuan dan anak bukanlah masalah yang baru di Indonesia maupun negara-negara lain di dunia. Pun,modus yang mereka gunakan untuk menjaring korban begitu kompleks, mulai dari pernikahan hingga menjadi Duta kesenian.

Belakangan ini, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mencatat ada 29 orang perempuan yang menjadi korban pengantin pesanan di China selama 2016-2019(voaindonesia.com,24/06/2019). Alih-alih ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik, namun perempuan ini malah dieksploitasi dengan dipaksa bekerja di pabrik tanpa upah, pembantu, bahkan menjadi pekerja seks komersial

Sekjen SBMI Bobi Anwar Maarif dalam konferensi pers di LBH Jakarta, Minggu(23/06/2019) siang. Mengatakan” dia sama-sama kerja dari jam 7 sampai jam 6 sore. Kemudian ada lagi kerja tambahan merangkai bunga sampai jam 9 malam. Jadi dia kerja, tapi dari pekerjaannya itu tidak dapat apa-apa. Semua upahnya itu ke suami atau ke mertua.

Seakan tak bisa terputus

 Perbudakan modern sebenarnya sudah lama berlangsung. Namun solusi yang diberikan dunia tak kunjung memberikan hasil yang nyata. Adapun faktor-faktor penyebab terjadi perdagangan manusia diantaranya adalah faktor ekonomi, pola hidup konsumtif, minimnya pemahaman nilai agama, dan kurangnya pendidikan dan ketrampilan yang memadai, serta lingkungan yang tidak kondusif juga sangat berpengaruh untuk mendorong dan menyebabkan orang terjerumus dalam trafficking.

Kemiskinan telah memaksa banyak keluarga untuk merencanakan strategi penopang kehidupan mereka termasuk bermigrasi. Kemiskinan juga yang telah mendorong anak-anak putus sekolah sehingga kesempatan untuk mendapatkan ketrampilan kejuruan serta kesempatan kerja berkurang.

Akibat dari penerapan sistem sekulerismelah sehingga manusia menjadi makhluk yang bebas aturan. Dimana agama tidak lagi dijadikan dasar  dalam menjalani kehidupan. Pemikiran kapitalistik yang begitu menuhankan materi menghasilkan manusia yang hanya mengejar kehidupan dunia dalam kacamata uang. Halal haram tak lagi menjadi standar perbuatan.

Hukum dan lingkungan yang tidak  kuat mengikat pun membuat jera, membuat kasus ini tidak dapat dihentikan. Banyak negara-negara di dunia yang membuat hukum tentang perdagangan orang tetapi penerapannya sama dengan nol. Lemahnya penerapan hukum serta kontrol dari masyarakat menyebabkan kejahatan trafficking semakin meningkat.

Islam pemutus serta solusi trafficking  

Syariat islam akan memutus dengan tuntas kejahatan perdagangan manusia. Karena, islam memiliki aturan kehidupan yang sangat lengkap. Tatkala syariat islam diterapkan maka penguatan fungsi keluarga akan dilakukan terlebih dalulu. Karena, sebagian besar korban trafficking dilatarbelakangi kondisi keluarga yang rapuh dan tak paham bagaimana membangun keluarga berdasarkan akidah islam. Keluarga yang paham islam akan mengajarkan pendidikan dan memberikan pengawasan kepada anak-anak meraka dengan iman. Dari sinilah terbentuk individu yang taat kepada Allah SWT.

Penerapan sistem islam juga akan membentuk  masyarakat islami. Mereka menyadari bahwa amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban setiap orang. Sehingga masyarakatlah yang menjadi pengontrol setiap kemaksiatan yang terjadi.

Dan tak kalah penting adalah optimalisasi peran negara. Karena, negara sebagai institusi tertinggi dalam memberikan keamanan dan jaminan. Sanksi yang tegas akan memberikan efek jera bagi pelaku. Negara juga memberikan jaminan pendidikan yang berkualitas sehingga tak ada lagi masyarakat berpendidikan rendah. Begitu pun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan diatur negara dengan sistem ekonomi islam yang bermaslahat dan berkeadilan.

Oleh sebab itu sistem islamlah yang menjadi jawaban akan problematika saat ini, manakala sistem yang ada telah terbukti gagal dalam membentuk peradaban yang gemilang. Dan hanya sistem islamlah yang akan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik. Dimana individu akan bertakwa, masyarakat berdakwah ,dan negara menerapkan syariah. Wallahu A’lam Bissawab.[]


*Komunitas Pemerhati Masalah Sosial Andoolo, Sulawesi Tenggara

  • Comments

0 komentar:

Item Reviewed: Yunita Sari, S.Pd*: Anak Anak Dan Perempuan Rawan Human Trafficking Rating: 5 Reviewed By: radarindonesianews.com