by

Ayo MKD! Bela yang Benar, Bukan Membela yang Bayar

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – HARAPAN masyarakat ke Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD untuk
mengusut dugaan pelanggaran etika oleh Ketua DPR RI Setya Novanto
demikian besar. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla juga menyerahkan
sepenuhnya pencatutan nama mereka terkait perpanjangan kontrak PT
Freeport Indonesia ke MKD.
 
Andoes Simbolon
Seperti halnya Jokowi dan Jusuf Kalla, semua pihak menginginkan badan
ini mampu bekerja secara profesional, independen atau tidak
diintervensi oleh pihak mana pun. Kasus ini harus diselesaikan
sebaik-baiknya sesuai aturan yang ada di MKD DPR RI.


Melihat perkembangan terakhir, harapan tersebut terlihat tidak mudah.
Saat ini MKD digoyang isu tak sedap yakni adanya tawaran pemberian uang
2 juta dolar AS atau setara dengan Rp 20 miliar kepada Wakil Ketua MKD
Junimart Girsang sebagai upaya menyuap yang tujuannya tidak lain untuk
mengamankan kasus Setya Novanto. Isu seperti ini jika terus berkembang
dipastikan bisa menggoyang internal MKD, paling tidak antara mereka ada
saling mencurigai, saling tidak percaya yang berujung pada perpecahan
MKD. Jurus semacam ini memang cukup ampuh untuk melemahkan MKD.


Pergantian anggota MKD ditengah bergulirnya pengusutan kasus ini pun
bisa diihat sebagai upaya pelemahan MKD dan pengamanan Setya Novanto
sendiri. Sebagai kader Partai Golkar dan Ketua DPR RI sudah pasti
kolega-koleganya termasuk dari partai politik Koalisi Merah Putih tidak
rela jika Setya Novanto dipermalukan.


Mereka berusaha sekuat tenaga menyelamatkan Setya Novanto dari
tuduhan mencatut dan meminta saham ke PT Freeport Indonesia seperti yang
dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said. Sebab jika nantinya MKD bisa
membuktikan laporan tersebut, tidak hanya Setya Novanto yang
dipermalukan, tetapi koleganya tersebut juga akan kena getahnya.


Karena itu lah kita melihat saat ini adanya opini yang dikembangkan
bahwa yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bukan
Setya Novanto, tetapi justru Sudirman Said karena getol mendukung
perpanjangan kontrak PT Freeport. Sudirman Said diserang seolah-olah dia
bagian atau pegawai Freeport karena sejak awal mendukung perpanjangan
kontrak tersebut.


Rencananya, minggu depan MKD akan rapat menentukan saksi-saksi yang
akan dipanggil, setelah itu akan menjadwalkan pemanggilan Setya
Novanto, Sudirman Said, dari PT Freeport Indonesia, pengusaha minyak
Reza Chalid. Bisa saja masih ada pihak lain yang akan dipanggil MKD
untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk meneruskan laporan
Sudirman Said ini.


Kasus dugaan pencatutan dan permintaan saham oleh Setya Novanto ke PT
Freeport Indonesia mewarnai pentas politik nasional beberapa minggu
ini. Karena perkaranya sudah dilaporkan ke MKD maka sudah sepatutnya
badan ini sungguh-sungguh menindaklanjuti dan membuat sebuah keputusan
terkait dengan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan Ketua DPR RI.
Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, maka tidak ada lagi alasan
bagi MKD dan siapa pun untuk menghindarinya apalagi sampai
menghalang-halanginya.


Di dunia maya, kasus ini tidak kalah hebohnya seperti di media massa
pada umumnya. MKD mendapat dukungan dari banyak pihak untuk menuntaskan
masalah ini secara terbuka, profesional dan bebas intervensi. “Ini lah
saatnya MKD unjuk gigi, membela yang benar, bukan membela yang bayar!”[bb]

Comment

Rekomendasi Berita