by

Ineke Amandha Sari: Dari Tepi Sungai Lalan, Kutemukan Makna Berbagi

Foto: copyright Ineke Amandha Sari
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Jika saya mulai kisah kali ini dengan melontarkan pertanyaan : “sudahkah
kamu bersyukur bisa menempuh pendidikan hingga jenjang sarjana?”,
barangkali jawabannya amatlah klise. Saya pun akan menjawab “Ya, sudah,”
atau mungkin teman-teman yang tak melanjutkan pendidikan hingga jenjang
sarjana bisa jadi tidak terlalu peduli dengan pertanyaan tersebut.
Tetapi jika saya ganti pertanyaan tersebut dengan “Suatu hari ilmu yang
kita miliki ini akan dipertanggungjawabkan, apa kamu sudah punya jawaban
terbaik untuk itu?”, saya yakin kita perlu merenung untuk menjawabnya.

Adalah
Ineke Amandha Sari, seorang perempuan yang merasa beruntung memiliki
kesempatan menempuh pendidikan hingga jenjang S1 di sebuah universitas
negeri di Malang, Jawa Timur. Selama proses perjalanan menempuh
pendidikan, Ineke berulang kali menemui kisah orang-orang dengan kondisi
bertolak belakang dengannya. Mereka perlu bekerja keras untuk dapat
bersekolah, hingga akhirnya sebuah pertanyaan reflektif menyentil Ineke
dan memberikan sebuah gairah baru dalam dirinya: saya ingin mendaftar menjadi Pengajar Muda!

Pengajar
Muda adalah sebuah sebutan untuk para guru yang tinggal, hidup dan
belajar dari masyarakat setempat selama satu tahun. Diinisiasi oleh
sebuah gerakan bernama Indonesia Mengajar,
para Pengajar Muda yang diseleksi ketat ini akan berbagi ilmu yang
mereka miliki kepada masyarakat setempat yang umumnya berada di
pedesaan. Segala fasilitas dan kemewahan kota mereka tinggalkan untuk
mendedikasikan diri dan memberi motivasi bagi anak-anak dan masyarakat
setempat.[vem]

Comment

Rekomendasi untuk Anda