by

BNN Diminta Ikut Usut Tempat Hiburan Ahok

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -Pengamat Kepolisian Rahmat Satria meminta Badan Narkotika
Nasional (BNN), untuk ikut menangani kasus dugaan seorang oknum
pengacara menggunakan narkoba di tempat hiburan malam Sidney 2000.
 
Keikutsertaan BNN, menurut Rahmat Satria, sangat diperlukan karena
dirinya menduga bahwa di tempat hiburan Sidney tersebut bercokol bandar
narkoba kelas kakap.


Hal itu, lanjutnya bisa dianalisis dari kejadian Kamis (24/12) dini
hari, di mana telah terjadi peristiwa yang mengagetkan seorang oknum
pengcara setelah pulang dari Sidney 2000, mobilnya yang dikemudikannya
menabrak sejumlah warga di depan Furama Jl. Hayam Wuruk Jakarta Barat,
Kamis (24/12).


Semua orang tahu tempat hiburan tersebut milik Ahok yang memiliki
hubungan dekat dengan seseorang pejabat tinggi di negeri ini. “Polisi
harus mengusut apakah benar tempat hiburan karoke itu juga sediakan
narkoba, atau memang si pengacara mabuk miras, harus tes urine,” tandas
Rahmat.


Bicara fakta, AH yang berprofesi sebagai pengacara diduga mabuk dari
tempat hiburan malam Sidney 2000 mengenderai mobil sedan BMW menabrak
sejumlah kendaraan di Depan RM Furama Jalan Hayam Wuruk Tamansari,
Jakarta Barat.


Saksi mata mengatakan, AH yang tengah dalam pemeriksaan kepolisian
itu belum diketauhi apakah dia mabuk minuman keras juga menggunakan
narkoba. “Pelaku membawa mobil dengan kecepatan tinggi,” kata saksi
mata.


Kepada penyidik, pelaku mengaku pulang dari karaoke sidney setelah
bertemu kliennya. Selain sejumlah kendaraan, juru parkir dan satpam juga
mengalami cidera karena dihajar mobil berwarna silver No.Pol.1xx8 RN.


Para korban luka dilarikan ke RS Husada. Kabar didapat pengacara
tersebut dari kelompok kantor lawyer AAH. Sebagai pengusutan mobil
penabrak bersama si pengacara diamankan Polsek Taman Sari Jakbar. (Kds/bb)

Comment

Rekomendasi Berita