by

Didampingi Amel Carla. Gilda Avellino Sebar Inspirasi Lewat Lagu ‘Bunda’

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Memiliki
bakat di dunia modeling sejak usia lima tahun. Penyanyi cilik Gilda
Avellino akhirnya kembali melebarkan sayapnya didunia entertain.  Kali
ini bersama Pandora Manajemen Artis yang dipimpin Lutfi Firmansyah (Uki)
melaunching mini-artis cilik pendatang baru asal Berrau (Dayak)
Kalimantan Timur, kelahiran Samarinda, 26 April 2008 bernama lengkap
Gilda Tittania Felicita Avellino biasa disapa Gilda, telah merilis lagu
andalanya “Bunda Tersayang” diambil dari 6 lagu dalam album perdana lagu
pop anak-anak karya Daniel dan Hugo. 1.Bunda Tersayang (Hugo),
2.Halamanku (Daniel), 3.Hebat (Daniel), 4.Kalau ku Salah (Hugo),
5.Kejar-kejaran (Daniel) dan 6.Tak kan Terlupa (Hugo).
“Bunda
Tersayang” menceritakan tentang sosok seorang ibu yang mengasihi dan
menyayangi seorang anaknya, bahwa sampai kapanpun kasih seorang ibu
tidak lekang oleh waktu dan tidak bisa dibayar dengan apapun. “Saat
Gilda rekaman lagu ini, dia meneteskan air mata, dia menyanyikanya
begitu menghayati,” Ria ibunda Gilda Avelliano saat ditemui dikawasan
Tebet Jakarta Senin (30/11) malam.
Sementara
itu, menurut pria jebolan Institute Musik Indonesia (IMI) ini, “Dalam
kondisi industri musik di Indonesia sedang lesu-lesunya, hingga jarang
ada lagi penyanyi cilik kita dengar apalagi tampil di layar kaca, ini
dikarenakan industri musik di tanah air dalam keadaan sekarat,” ujarnya.
“Kemunculan penyanyi cilik Gilda diharapkan lagu anak-anak bisa bangkit
kembali dan industri musik di Indonesia kembali bergairah agar bisa
dirasakan bersama,” tambah Uki.
lagu
andalanya “Bunda Tersayang” diambil dari 6 lagu dalam album perdana
lagu pop anak-anak karya Daniel dan Hugo. 1.Bunda Tersayang (Hugo),
2.Halamanku (Daniel), 3.Hebat (Daniel), 4.Kalau ku Salah (Hugo),
5.Kejar-kejaran (Daniel) dan 6.Tak kan Terlupa (Hugo).
Sepengetahuan
Uki sebagai manajemen Gilda, saat jumpa dengan Gilda hingga
mempersipkan segala sesuatunya merilis album perdana Gilda, “Kalau
vokalnya Gilda sudah memiki ciri khas tersendiri merupakan cirinya dia
beda vokal dengan penyanyi-penyanyi anak-anak yang sudah ada. Untuk
rekaman suaranya kesulitan saya anggap nggak ada, karena kami dari
Pandora manajemen artis sudah merencanakan bahwa vokal Gilda disesuaikan
dengan lagu yang dia mau nyanyikan agar muncul penghayatan dalam Gilda
membawakan lagu,” jelas Uki.
Tak
cukup sampai disitu, manejemen pun telah merencanakan jangka panjang
Gilda, “Untuk kedepanya kami telah mempersiapkan segala sesuatunya agar
Gilda lebih banyak dikenal luas selain strategi promosi yang tepat,
lainya adalah diantaranya mengikuti berbagai ajang seperti perolehan
award, Untuk jangka pendek kami telah melakukan promo di Mal-mal, oleh
karena Gilda masih anak-anak, busana yang dikenakan ketika dia tampil
membawakan lagu-lagunya disesuaikan dengan cara bernyanyinya Gilda,”
jelas Uki.
Meskipun
disibukkan dengan aktifitas bermusik, putri pasangan Andreas Avellino
dan Ria Anye Avellino yang masih duduk di bangku kelas 5, SD 010,
Samarinda Ilir, ini memiliki bakat di dunia modeling dan tarik suara.
Pengakuan ibunya bahwa Gilda tidak merasa terganggu dengan
pendidikannya. Bahkan menurut Anang Ardiansyah selaku Kepala sekolah
mendukung sepenuhnya karir Gilda untuk menggapai cita-citanya
mengembangkan bakat yang dia miliki sebagai seorang artis penyanyi
terkenal.
Di
dunia modeling sejak usia lima tahun Gilda sudah banyak penghargaan
yang dia raih di dalam kota maupun dari luar kota. Ketika di usia tujuh
tahun barulah muncul keinginan bernyanyi. “Tapi saya lebih suka
bernyanyi dari pada modeling,” katanya.
Gilda
mengaku mengidolakan Prilly Latuconsina hingga Gilda berencana
mengundang Prilly untukmenghadiri saat peluncuran single perdananya yang
bertajuk ‘Bunda’.
“Kalau
soal kak Prilly, aku suka banget, soalnya kak Prily cantik, jago
akting, jago nyanyi. Aku sudah pernah ketemu, waktu aku datang ke lokasi
syutingnya. Nanti juga kak Prilly datang di launcing album aku,” tutur
Gilda penuh harap.
Selanjutnya,
Ria Anye sebagai ibu kandung Gilda menceritakan awal mulai bakat
putrinya nampak jelas diketahui olehnya, “Kelihatanya itu mulai ketika
usia dia udah mulai bicara udah suka ikui-ikut nyanyi Usat (Paman pernah
rekaman di Berrau). Mulai nampak saat usia dia umur 7 tahun sudah
menyanyi tampil di depan umum seperti di Gereja.” paparnya.
“Sebetulnya
dibilang kesulitan iya, dibilang tidak juga iya. Kalau demi anak tidak
ada yang sulit. Kalau sudah judulnya anak. Apapun itu, selagi itu
positip buat anak, apalgi buat sekolah untuk masa depanya kenapa
enggak,” tandas sang bunda.
Bahkan
melihat talenta putrinya tersebut membuat Ria bertambah yakin, meskipun
untuk mewujudkan putrinya menjadi seorang penyanyi terkenal pasti
banyak jalan berliku, “Sebetulnya dibilang kesulitan iya, dibilang tidak
juga iya. Kalau demi anak tidak ada yang sulit. Kalau sudah judulnya
anak. Apapun itu, selagi itu positip buat anak, apalgi buat sekolah
untuk masa depanya kenapa enggak,” tandas sang bunda.
Seperti
permasalahan sekolahnya sudah pasti terganggu dengan menjadikan
putrinya sebagai artis penyanyi cilik terkenal, “Kita-kitalah yang harus
bisa mengatur waktu untuk hal itu. Ketika Gilda memutuskan ingin
menjadi artis penyanyi terkenal, Gilda langsung mendapat dukungan baik
dari temen-teman sekolahnya serta guru-gurunya.” tukas Ria bersemangat.
Bagi
Ria sebagai ibu kandung Gilda berharap segala hambatan bisa dilalui
oleh putrinya, “Tidak ada sesuatu yang sulit dilakukan oleh putri saya
Gilda, yang penting si anak mau, hal terpenting didukukung sepenuhnya
oleh orang tua. Soal tugas sekolahnya tinggal bagaimana mencari solusi
terbaik mengejar ketinggalan pelajaran sekolahnya sehingga karier si
anak bisa jalan,” paparnya.[Lou]

Comment

Rekomendasi Berita