by

Danrem 083/Bdj Bersama Dandim 0824 Kunjungan Ke Pulau Terluar Pulau Nusa Barong

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –   Sungguh suatu kebanggan satu rombongan bersama Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Inf Fajar Setyawan, S.I.P, Dandim 0824 Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P, Danramil 0824/21 Puger Kapten Inf Endro Bawono KH, Babinsa, Kepala Desa Puger Wetan dan nelayan mengendarai perahu nelayan Puger menuju pulau terluar Nusa Barong pada Sabtu 09/01/2015.


Pada pukul 07.30 Danrem 083/Bdj beserta rombongan berangkat dari Makoramil 0824/21 Puger menuju tempat pelelangan ikan (TPI) Ds Puger Wetan Kec. Puger Kab Jember, yang sudah ditunggu oleh 9 orang awak kapal nelayan yang akan mengantar perjalanannya ke Pulau Nusa Barong.

Jarak laut antara TPI Puger ke Pulau Nusa Barong sekitar 8 Km pada saat itu kondisi ombak sedang tenang sehingga perjalanan cukup lancer dengan masa tempuh sekitar 1 jam. Perjalanan cukup mengasyikkan yang di buntuti oleh 1 kapal kecil pengiring untuk memasukki perairan dangkal, sehingga dapat mencapai daratan Pulau Nusa Barong.

Sekitar Pukul 08.30 Wib Danrem 083/Bdj beserta rombongan berhasil menginjakkan kaki di pulai terluar tanpa penghuni, disambut oleh kicauan burung direrimbunan belantara. Sejenak kami ijin untuk wawancara terkait tujuan kunjungannya di pulau tersebut.

Pada kesempatan tersebut Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Fajar Setyawan,S.I.P didampingi oleh Dandim 0824 Letkol Inf Muhammad Nas, S.I.P dalam wawancaranya menyampaikan bahwa pulau terluar yang ada dan tidak berpenghuni tentunya secara strategis berpotensi menimbulkan kerawanan-kerawanan merupakan kewajiban kita prajurit TNI untuk mengadakan langkah atau tindakan  sehingga pulau tersebut tidak diganggu oleh orang-orang atau kelompok tertentu yang otomatis mengganggu ketentraman wilayah.

Terkait dengan Pulau Nusa Barong ini berada di wilayah Puger Kab Jember sebagai bagian dari Wilayah Korem 083/Bdj, untuk itu sudah kewajiban saya harus tahu dimana pulaunya, seperti apa karakteristiknya sehingga memudahkan saya untuk membuat rencana konsep tindakan antisipasi manakala ada ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan.

Lebih lanjut Danrem 083/Bdj membenarkan bahwa kita tidak cukup mengetahui dari jauh, dan menerima laporan tentang keberadaannya saja, dengan kita melihat secara riil, menginjakkan kaki di pulau tersebut menambah pemahaman kita  bahwa  inilah pulaunya, beginilah kondisinya yang memerlukan perjalanan laut dengan masa tempuh 1 jam, tentunya riskan sekali  misalnya ada manusia kapal, ada kelompok  subversi  dan lain-lain sehingga memudahkan kita untuk menentukan suatu langkah strategis.

Usai wawancara Danrem 083/Bdj mengajak rombongan untuk menyusuri belantara  karena sekitar 500 meter didalam belantara ada makam sesepuh yaitu “makam Mbah Sinto”  sesuai informasi dari nelayan yang mengantar, Sambil melaksanakan perjalanannya Danrem 083/Bd berpesan kepada nelayan agar turut serta mengawasi pulau tersebut, dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera laporkan kepada Danramil 0824/21 Puger. 
Sesampai di makam “Mbah Sinto”  Danrem 083/Bdj mengajak rombongan untuk bersama-sama memanjatkan do’a untuk almarhum, semoga almarhum diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat yang layak disisi Allah S.W.T, selanjutnya Danrem 083/Bdj beserta rombongan  kembali ke TPI Puger. (sis24)         

Comment

Rekomendasi Berita