by

Hanya Tommy yang Bisa Selamatkan Golkar dari Kehancuran

Tommy Soeharto.[Ratna/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Memasuki awal tahun 2016 ini, perseteruan
dalam tubuh Partai Golkar belum juga usai meski pun Menkumham Yasona HM
Laoly sudah menerbitkan SK No.23 tanggal 30 Desember 2015 tentang
pembatalan kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol pimpinan
Agung Laksono. Sampai-sampai Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI)
menuding kalau partai berlambang Pohon Beringin sengaja ‘dikerjain’
pemerintah melalui Menkumham.
 
Organisasi kemasyarakatan (ormas) binaan Tommy Soeharto, putra bekas
Presiden RI ke dua, almarhum Soeharto ini dalam rillis, Senin (4/1/2015) menilai Menkumham sengaja memelihara
konflik di tubuh Partai Beringin.


“Gaya politik era revolusi dimainkan saat Masyumi dan PSI dibubarkan.
Saya khawatir nanti Menkumham mendorong Presiden untuk meminta kepada
Mahkamah Agung membubarkan Golkar,” kata Sekjen Majelis Pimpinan
Nasional (MPN) HMPI Tri Joko Susilo.


Joko panggilan akrab Sekjen MPN HMPI menilai kalau Ical maupun Agung
tidak memiliki wibawa, sehingga mudah ‘dikerjain’ oleh pemerintah. Ia
menyarankan dua kubu melibatkan Tommy Soeharto dalam upaya menyelamatkan
Golkar.


“Tommy dapat diterima oleh dua kubu. Kalau Golkar diibaratkan
kendaraan, makaTommy adalah pemilik kendaraan yang sah, karena Golkar
didirikan oleh mendiang ayahnya,” katanya.


Ia menambahkan, solusi terbaik menyelamatkan Golkar adalah kedua kubu
sepakat menggelar Munsyawarah Nasional tahun 2016, dan memilih Tommy
sebagai ketua umum.


“Jika Tommy yang menjadi ketua umum Golkar, saya yakin pemerintah
tidak berani lagi ‘ngerjain’ Golkar, karena Tommy memiliki wibawa yang
kuat,” pungkasnya.


Pasca Pilpres 2014 Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu
Aburizal Bakrie atau Ical dan kubu Agung Laksono. Kamis 31 Desember 2015
Menkumham Yasonna Laoly telah mencabut SK kepengurusan Partai Golkar
hasil Munas Jakarta pimpinan Agung Laksono, dan menolak pengurus hasil
Munas Bali pimpinan Ical.


Kepengurusan yang sah kembali kepada Golkar hasil Munas Riau 2009.
Namun, kepengurusan Golkar Munas Riau berakhir 31 Desember 2015.(Aldo/bb)

Comment

Rekomendasi Berita