by

Kabareskrim: Polri dan KPK ke Depan, Jangan Kayak Bis Kota Kejar Setor

Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Untuk menjaga hubungan semakin membaik
Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harus saling
menghormati kewenangan masing-masing kedua belah pihak dan tetap
terjaga.
 
“Intinya sesama bus kota tidak boleh saling mendahului,” kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/1/2016).


Saat ditanya mengenai hubungan KPK-Polri yang kembali merenggang usai
KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka pada awal tahun
2015, pihaknya berharap kedepan bila ada pejabat Polri terkena kasus,
agar ditangani oleh internal kepolisian.


“Pokoknya sesama bus kota jangan saling mendahului,” ujarnya.


Menurutnya, KPK-Polri harus sering mengadakan pertemuan guna memperbaiki hubungan kedua belah pihak.


“Membangun kepercayaan itu tidak bisa satu dua hari. Harus sering ketemu,” imbuhnya.


Seperti diketahui Senin (4/1/2016), lima pimpinan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Mabes Polri untuk menemui
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti guna berkoordinasi dalam upaya
pemberantasan korupsi.


Dalam pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama antara pimpinan kedua institusi sejak terpilihnya lima pimpinan KPK baru.


“Perlu kerja sama erat antara KPK, Kejaksaan dan Polri,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.


Menurutnya, kerja sama antarlembaga penegak hukum sangat penting agar
upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi berjalan
dengan baik. (Maya/BB)

Comment

Rekomendasi Berita