by

Pemerintah Harus Tambah Fasilitas Dan Sistem Keamanan Sekolah

Karangan bunga tanda belasungkawa dari Sudin Pendidikan wilayah 2 Kota Adm. Jakarta Selatan.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ahmad Syahruli, salah seorang siswa kelas VIII SMP 141 Pondok Jaya, Jakarta Selatan menjadi korban perkelahian pelajar, Rabu (13/1). Ruli terkapar akibat tusukan benda tajam oleh salah seorang siswa SMP 238. 
Korban dibawa ke klinik terdekat namun karena luka yang cukup serius, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah menjalani perawatan selama dua hari.

Tiara, salah seorang rekan almarhum.(kiri) saat mengantar ke pemakaman
Tiara, siswi kelas X salah seorang rekan yang ikut mengantar almarhum ke pemakaman, meminta pihak sekolah dan juga pemerintah agar menambah sarana dan fasilitas sekolah. Karena menurutnya, salah satu faktor yang dapat mengurangi anak-anak nongkrong,  yang menjadi pemicu perkelahian-  adalah kegiatan dan sarana sekolah yang cukup.

Selain itu, Tiara juga meminta agar pemerintah menciptakan sistem keamanan sekolah yang lebih baik. Dengan sistem keamanan yang baik ini lanjut Tiara, ke depan pengawasan terhadap anak didik akan lebih baik pula sehingga dapat mencegah peristiwa perkelahian yang tejadi antar sekolah maupun atar pribadi siswa di sekolah.

Menanggapi peristiwa penusukan yang menewaskan rekannya, Ruli, Tiara menyarankan agar hendaknya semua pelajar berpikir lebih dahulu sebelum bertindak. Hal ini menyangkut nasib dan masa depan baik pelaku maupun korban.
“Menurut saya, pikirkan dulu sebelum bertindak. Ini kan menyangkut masa depan baik yang melakukan maupun korban. Jangan langsung bertindak yang akhirnya merugikan diri sendiri dan juga orang lain.”  Ujar Tiara di lokasi pemakaman.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita