by

Pemkab Lebak Sosialisasi Antisipasi Paham Sesat Dan Terorisme

Bupati Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya saat melakukan sosialisasi antisipasi paham sesat dan terorisme di Sawarna, Bayah.[Handa/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, LEBAK, – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terus-menerus menjadi
sorotan masyarakat, di Kabupaten Lebak diketahui ada 27 Warga yang menghilang
misterius karena diduga bergabung dengan Gafatar.
Menyikapai masalah tersebut Bupati
Lebak, Hj. Iti Octavia Jayabaya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar mewaspadai
kelompok ini. Pihak keluarga harus memperhatikan sesamanya dan berupaya jangan
sampai paham ini masuk ke keluarga mereka.

Di Kabupaten Lebak ada sekitar
100 orang lebih yang telah bergabung kelompok ini, hal itu diakui mantan ketua Gafatar
Lebak Abdul Aziz waktu dikunjungi Bupati Lebak yang didampingi Muspida dikediamannya
beberapa waktu lalu.

Sosialisasi antisipasi terkait peredaran paham sesat tersebut terus dilakukan oleh Pemkab Lebak, karena daerah ini
dianggap rawan terhadap penyebaran ajaran yang menyimpang.

“Masyarakat harus bersama-sama
mengantisipasi paham sesat, dan segera melaporkan kepada pihak-pihak terkait
jika ada hal-hal yang mencurigakan” Ujarnya dihadapan masyarakat dan seluruh Muspika
di Wilayan Lebak Selatan, Rabu (20/01/2016).

Sementara menurut Camat Bayah, Drs.
Eman Suparman diwilayahnya tidak ada kasus penyebaran paham sesat tersebut,
namun meski begitu dia berjanji akan meningkatkan kewaspadaan dengan mengajak
seluruh aparat ditingkat desa sampai ke tingkat RT.

“Kami sudah melakukan road show
ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasi penyebaran paham sesat dan radikalisme
diwilayah kami” Ujarnya.(Handa).

Comment

Rekomendasi Berita