by

USAID PRIORITAS Bantu Tingkatkan Kwalitas Mutu Pendidikan Di Jombang

RADARINDONESIANEWS.COM, KEDIRI – Setelah selesai acara pembukaan lokakarya program Buku Bacaan Berjenjang USAID PRIORITAS, yang dilaksanakan di Gedung BKD SMUN 3 Jombang, Rabu (27/1/2016). Maka kegiatan dilanjutkan dengan penyampain beberapa materi, diantaranya tentang gambaran singkat mengenai Buku Bacaan Berjenjang. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama membahas rencana tindak lanjut (RTL) pelaksanaan program.

Peserta Lokakarya ini sebanyak 78 orang yang terdiri Kepala UPTD Kecamatan, Kepala Sekolah, Guru, Pengawas Sekolah dan Fasilitator Daerah baik dari unsure Dinas Pendidikan maupun dari Kementerian Agama Kabupaten Jombang.

Dalam materi mengenai Program Buku Bacaan Berjenjang atau Leveled Read Book yang di sampaikan oleh Marlina Simarmata Tecnical Coordinator USAID PRIORITAS Jawa Timur, disebutkan bahwa setiap sekolah (SD/MI) yang menerima program buku bacaan berjenjang akan menerima 600 buah buku bacaan, terdiri dari 75 judul buju bacaan, 8 buku besar, 6 buku panduan guru dan Lembar Kerja Siswa.

“Lembaga sekolah nantinya akan menerima 600 buah buku bacaan, terdiri dari 75 judul buju bacaan, 8 buku besar, 6 buku panduan guru dan Lembar Kerja Siswa,” Ujar Marlina.

Melalui buku bacaan berjenjang tersebut, guru kelas awal akan menerapkan metodelogi pembelajaran membaca yang lebih bermakna dimana peserta didik dibimbing untuk lebih cepat membaca dan memahami makna bacaan yang dibacanya. Namun sebelum lembaga sekolah menerima Buku Bacaan Berjenjang, Kepala Sekolah SD/MI, pengawas dan guru wali kelas awal ( kelas 1, 2 dan 3) diwajibkan mengikuti pelatihan Buku Bacaan Berjenjang di tingkat Gugus/KKM. Untuk Trainer pelatihan Buku Bacaan Berjenjang di tingkat Gugus/KKM akan di latih oleh Fasilitator Daerah (Fasda) yang sudah terpilih dan nantinya akan mengikuti TOT di tingkat propinsi. Selain persyaratan tersebut, Lembaga sekolah juga mempunyai kesanggupan Sharing Cost dalam pelaksanaan pelatihan di tingkat gugus.

“Fasda ini nantinya akan melakukan pelatihan penggunaan buku bacaan berjenjang terhadap kepala sekolah SD/MI, pengawas dan guru wali kelas awal ( kelas 1, 2 dan 3) di sekolah yang mendapatkan buku bacaan berjenjang. Selain hal tersebut Lembaga sekolah penerima program Buku Bacaan Berjenjang juga mempunyai kesanggupan berupa Sharing Cost dalam pelaksanaan pelatihan, artinya lembaga sekolah membiayai sendiri kegiatan pelatihan tersebut yang meliputi ATK, makan dan minum peserta pelatihan. Sedangkan USAID PRIORITAS membiayai transportasi Fasda,” jelas Marlina.

Sementara itu Program Assistant USAID PRIORITAS Taufiq Dwi Kusuma yang biasa di panggil Opick ketika di temui di sela-sela Lokakarya menyampaikan bahwa untuk kabupaten Jombang, lembaga sekolah yang menerima program Buku Bacaan Berjenjang dari USAID PRIORITAS ada 151 lembaga sekolah. Dari total 151 lembaga sekolah tersebut terdiri dari 114 SD dan 37 MI, termasuk 18 sekolah mitra USAID PRIORITAS.

“Di kabupaten Jombang, Dari total 151 lembaga sekolah penerima program Buku Bacaan Berjenjang tersebut terdiri dari 114 SD dan 37 MI, baik dari non mitra maupun sekolah mitra USAID PRIORITAS, “ jelas Opick.

Sedangkan untuk rencana tindak lanjut pelaksanaan program B3 di Kabupaten Jombang, Opick menyampaikan bahwa pada bulan Maret akan dilaksanakan TOT Fasda di tingkat Propinsi, bulan April pelatihan di tingkat gugus/KKM dan pendistribusian buku, yang kemudian Fasda akan melakukan pendampingan di lembaga sekolah penerima bantuan sampai berakhirnya program 2017.

“Sesuai dengan petunjuk dan rencana tindak lanjut USAID PRIORITAS, harapan kami pada bulan Maret nanti akan dilaksanakan TOT Fasda di tingkat propinsi, kemudian pada bulan April kami bersama fasda akan melakukan rangkaian kegiatan pelatihan di tingkat gugus/KKM, sedangkan distribusi buku ke lembaga akan di distribusikan langsung setelah lembaga sekolah tersebut melakukan pelatihan di tingkat gugus. Namun kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di situ saja, tapi kami harus memfasilitasi Fasda untuk melakukan pendampingan di Lembaga penerima program sampai tahun 2017. Mudah – mudahan program ini bisa berjalan lancar dan sukses, kami juga berharap agar program-program dari USAID PRIORITAS bisa terus berkembang demi mewujudkan peningkatan mutu di bidang pendidikan, “ harap Opick.

Kasie Kurikulum Dinas Pendidikan Jombang Jumadi, S.Pd. MM, dalam akhir lokakarya menyatakan bahwa kegiatan membaca bagi anak-anak sekarang menjadi amat menyenangkan. Salah satu segmen yang menarik dari buku ini adalah menggunakan jendela kata. Yaitu anak-anak diminta menebak suatu kata pada kalimat, sedang kata yang ditebak itu ditutup dengan potongan kertas. Dengan teknik tertentu, anak-anak dibimbing untuk menebak kata yang tertutupi kertas tersebut. Teknik-teknik memancing perhatian lewat tebakan cerita, improvisasi dengan menyangkutkan pengalaman anak, menebak isi cerita selanjutanya dan teknik-teknik lainnya membuat anak-anak yang sulit membaca termotivasi mengetahui huruf-huruf, dan yang lancar membaca akan termotivasi untuk mengerti alur berikutnya, bahkan mereka akan dengan mudah belajar menuliskan kalimat-kalimat yang mereka buat sendiri.

“Kegiatan membaca bagi anak-anak sekarang menjadi amat menyenangkan. Teknik-teknik memancing perhatian lewat tebakan cerita, improvisasi dengan menyangkutkan pengalaman anak, menebak isi cerita selanjutanya dan teknik-teknik lainnya membuat anak-anak yang sulit membaca termotivasi mengetahui huruf-huruf, dan yang lancar membaca akan termotivasi untuk mengerti alur berikutnya, dan program Buku Bacaan Berjenjang dari USAID PRIORITAS sangat cocok untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan di Indonesia, “ pungkas Jumadi, S.Pd, MM Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Jombang. (TDK)

Comment

Rekomendasi Berita