by

Musrenbang Tingkat Kecamatan Cileles Telah Dilaksanakan

Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan ) Kecamatan 
Kecamatan untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan (RKP). [Handa/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, LEBAK – Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan ) Kecamatan
adalah forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan (stakeholder)
Kecamatan untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan (RKP). Pada
Musrenbang tersebut diamanatkan untuk menyusun dokumen rencana 5 tahunan yaitu
RPJM dan dokumen rencana tahunan yaitu RKP. Tepatnya di gedung
serbaguna Cileles telah melaksanakan Musrenbang tingkat Kecamatan
Cileles, Kabupaten Lebak, Banten. Selasa (16/2/2016).

Dartim.S.Sos,
Camat Cileles pada sambutannya menyampaikan, saat ini kita sedang
melaksanakan tugas Negara yaitu tahapan perencanaan tentang pembangunan
khususnya di tingkat Kecamatan Cileles, pelaksanaan musrenbang ini dalam
rangka evaluasi yang sudah dilaksanakan
tahun kemarin kemudian evaluasi untuk tahun yang akan berjalan dan
merencanakan apa yang kita lakukan ditahun yang akan datang.

Menurut
Dartim, tahun 2015 Kecamatan Cileles mendapatkan anggaran 52 M yang
tersebar diberbagai bidang kegiatan, adapun untuk tahun 2016 ini
mendapatkan anggaran sebesar 58 M dan mudah-mudahan bisa dirasakan
manfaatnya khususnya masyarakat Kecamatan Cileles, untuk perencanaan
tahun 2017 ada 452 usulan yang diantarannya bidang fisik 182 usulan,
bidang ekonomi 134 usulan, bidang sosial budaya 95 usulan dan bidang
pemerintahan hanya 3 usulan sementara  yang lainnya untuk bidang
pemerintahan terkaver diusulan apbdes karena sesuai hak desa. Jelasnya.

Kata
Dartim, dengan
musrenbang ini diharap mengusulkan yang bisa diterima manfaatnya oleh
masyarakat, dan  tidak mengusulkan yang mengada-ngada. Dihimbau juga
bagi desa yang belum menyelesaikan rpjmdes diharap segera
menyelesaikannya.

Sementara Rido
Navara Nataatmaja.S.Sos Kabid Statistik dan Litbang Bappeda sekaligus
perwakilan dari Bupati Lebak pada sambutannya mengatakan, “Saya mengajak saudara
semua untuk bekerja dan berbuat lebih baik lagi di tahun 2017 mendatang
karena tantangan kedepan yang semakin berat, perlu diketahui tahun 2017
merupakan tahun peningkatan sumber daya manusia, dan peningkatan
kwalitas pembangunan, tercapai atau tidaknya target pelaksanaan tersebut
tergantung kepada ketepatan kita untuk menyusun perencanaan
pembangunan.”

Dijelaskan Rido, tahun
2017 kita masih terus meningkatkan akses dibidang pendidikan melalui
penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dasar 9 tahun, selain
pendidikan kita akan menggenjot tentang pelayanan kesehatan salah
satunya melalui penambahan puskesmas dengan meningkatkan statusnya
menjadi puskesmas rawat inap, begitu juga upaya peningkatan daya saing
produk daerah ini menjadi kunci utama menghadapi era persaingan yang
semakin terbuka, salah satu upaya meningkatkan daya saing melalui
pemberian hak paten terhadap prodak unggulan, Alhadulillah pada tahun
ini 12 motip batik Lebak telah diakui pengeluarannya oleh kementerian
hukum dan ham.

Rido menambahkan, pada tahun ini
rata-rata apdes mencapai 1 M perdesa, dengan adanya anggaran sebesar
itu diharapkan tiap desa bisa
lebih baik pengelolaannya  sesuai prioritas yang dibutuhkan sehingga
desa akan lebih maju dan sejahtera, selanjutnya dalam penyusunan apbdes
harus mengacu kepada aturan bupati no.43 tahun 2015 tetang pelaksaanaan
apbdes tahun 2016, pada tahun 2017 apbdes alokasinya bisa jadi akan
lebih besar, sehingga seluruh aparat desa harus siap dan yang pasti
semua berawal dari musrenbang ini, hal ini berarti semua kegiatan yang
akan dilaksanakan untuk tahun 2017 harus tercatat dan tersampaikan
melalui musrenbang ini. (Handa)  
  

Comment

Rekomendasi Berita