by

Anggota DPRD DKI, Hadiri Musrenbang Kelurahan Pela Mampang Tahun 2016

Lurah Pela Mampang (tengah) H. Ahmad Yani (kiri) dan Dean, Kapenko Jaksel.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, AKARTA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pela Mampang 2016 diselenggarakan Senin (28/2/2016) di aula Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan. Musrenbang yang merupakan sarana bagi warga untuk mengusulkan masukan kepada pemerintah DKI.
Pertemuan Musrenbang tersebut dihadiri oleh Kapenko Jakarta Selatan, Kepala Binamarga Jaksel, Kepala Puskesma Pela Mampang, Kepala Sekolah, Ketua RW/RT, LMK, dan juga tokoh masyarakat untuk menyampaikan usulan kepada pemerintah DKI Jakarta. Hadir pula anggota DPRD DKI Jakarta, H. Ahmad Yani.
Ahmad Yani menyatakan, Musrenbang merupakan kesempatan emas yang harus digunakan masyarakat untuk memberi masukan kepada pemerintah. Dia juga mendorong agar masyarakat tidak putus asa bila usulannya belum direalisasikan.
“Orang yang sukses itu orang yang optimis, yang menjadikan kesempitan sebagai kesempatan dan orng pesimis adalah orang yang menganggap kesempatan sebagai kesempitan.” Ujar Anggota DPRD DKI dari FKS itu.
Ahmad menekankan agar warga Pela Mampang memanfaatkan Musrenbang untuk memberikan usulan yang mencakup persoalan banjir, kemacetan, kebersihan, moralitas dan kesehatan.
Dalam persoalan moral, Anggota DPRD DKI itu menyinggung dan meminta persoalan perkelahian antar pelajar yang terjadi di Pela Mampang utuk diselesaikan dengan melakukan pembinaan melalui kegiatan rohis di sekolah. Dan untuk keshatan, Ahmad meminta pihak Puskesmas melayani masyarakat dengan ketersediaan obat yang cukup.
Dean, Kapenko Jakarta Selatan yang a hadir dalam Musrenbang Kelurahan Pela Mampang menyinggung transparansi anggaran yang dapat diakses melalui internet. Dean menjelaskan keterbukaan anggaran secara rinci dan dapat dilihat oleh publik melalui info bank.
“Masyarakat bisa melihat anggaran secara detail. Dari komponen, anggaran bahkan gaji pekerja. Untuk Binamarga Jaksel, anggaran yang dipakai sebesar 342 milyar.” Ujarnya.
Mariana, S.H. MSi, Lurah Pela Mampang berharap agar usulan yang belum tertampung di rembug RW, dapat ditampung di Musrenbang ini.
Terkait Musrenbang Kelurahan Pela Mampang 2016 ini, Mariana juga menyampaikan kondisi wilayah. Salah satu yang digaris-bawahi adalah persoalan jentik nyamuk dan DBD yang telah memakan 21 korban di Kelurahan Pela Mampang.
“Saya berharap cukup 21 saja yang menjadi korban. Jangan ada lagi korban” Ujarnya mengingatkan.
Sementara itu, Arifuddin, Sekretaris Kelurahan Pela Mampang, di ruang kerjanya mengatakan bahwa dari 96 usulan dari rembg RW itu terdapat 24 usulan ditolak karena duplikasi dan sudah diinput DPA Kelurahan.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita