by

Jaksa Agung, Jangan Bikin Gaduh di Kabinet

Wakil Ketua Komisi
III DPR Trimedya Pandjaitan.[Suroto Hadis/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Perseteruan antara Jaksa Agung HM Prasetyo
dan pengusaha media Hary Tanoesoedibjo seolah menjadi bagian tersendiri
dalam pengusutan kasus dugaan korupsi restitusi Mobile 8 PT Telkom.
Banyak pihak menilai, ada motif politik Jaksa Agung dibalik pengusutan
kasus ini dengan mengadukan SMS HT –sapaan Hary Tanoe– yang diklaimnya
sebagai ancaman.


“Model pengusutan kasus ini tak lebih dari
bentuk kegaduhan yang dibuat Jaksa Agung. Itu sebenarnya dalam
terminologi Pak Jokowi telah membuat kegaduhan,” kata Wakil Ketua Komisi
III DPR Trimedya Pandjaitan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta,
Rabu (10/2/2016).


Seharusnya kata politisi PDIP ini mengingatkan
agar para pembantu Presiden tidak membuat kegaduhan yang justru akan
membuat citra pemerintah semakin terpuruk di mata publik.


“Agar
Pemerintahan Jokowi ini bisa efektif dan efisien dan cita-citanya bisa
tercapai dengan baik, janganlah membuat kegadudah,” ujarnya.

 
Apalagi, tambah Ini Trimed –sapaan akrab Trimedya Panjaitan– umur
pemerintahan Jokowi masih satu setengah tahun. Karena itu Jaksa Agung HM
Prasetyo, jangan bikin repot Presiden Jokowi dengan hal-hal seperti
itu.


Dia meminta Jaksa Agung dalam pengusutan kasus ini harus
menyingkirkan segala kepentingan pribadi atau pun kelompok. Apalagi Hary
Tanoe sudah mengaku kalau SMS itu benar darinya.

“Jadi nggak perlu
dibesar-besarkan. Dan saya kira Jaksa Agung (HM Prasetyo) dengan posisi
beliau yang strategis ini tidak boleh untuk kepentingan pribadi atau
kelompok di luar kepentingan penegakan hukum,” harapnya. (Denny/bb)

Comment

Rekomendasi Berita