by

Program Pamsimas Desa Cisampang RAB Hanya Contoh Saat Pelatihan

Gambar bak penampung di gambar berbeda dengan bak penampung yang dibuat.[Handa/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM,
LEBAK – Program Pamsimas di Desa Cisampang Kecamatan Gunungkencana,
Kab.Lebak, Banten gambar RAB (Rancangan Anggaran Biaya) hanya contoh
saat pelatihan, pasalnya antara RAB dan pelaksanaan di lapangan berbeda.


“Masalah
kekurangan untuk bak penampung saya lupa RAB nya, adapun kekurangan air
mengingat yang dianggarkan dari pemerintah untuk 40 rumah saja
dengan satu titik 500 m, adapun masyarakat ingin memasang itu harus
pake biaya sendiri sedangkan masyarakat sanggup tidak kalau harus bayar
biaya sendiri untuk beli alatnya, air banyakpun kalau masyarakat tidak
sanggup bayar percuma, mendingan air sedikit tetapi dipake masyarakat
satu atau dua orang.” Ujar Maman, Kades Cisampang saat dimintai
keterangan, Senin (1/2/2016).

“Memang semua juga melihatnya sama anggaran besar saja, sedangkan saya
sendiri hanya mengetahui administrasinya saja, mengenai bak penampung
memang diluruskan katanya agar terlihat bagus dan tidak melihat gambar,
dan hal ini sudah disampaikan bahwa akan menjadikan temuan.” Tambahnya.

Sementara
Wawan selaku satlak program
Pamsimas Desa Cisampang saat dikonfirmasi mengungkapkan, sekarang maaf, ini kita
ngobrol secara kekeluargaan, di sini nara sumbernya Katib, dan Katib
di masyarakat siapa, jadi kita harus selektif menanyakan dia siapa dan
bagaimana keadaannya. Sekarang bisa saja saya merekam terhadap orang
yang simpatisan ke saya, itukan permainannya bisa kesana. Untuk pondasi
tidak ada bantuan dari BLM sehingga dilaksanakannya atas dasar
partisipasi masyarakat, gambar di RAB memang waktu pelatihan dijelaskan 2
x 2 pas pelaksanaan 1 x 2, kita kan bukan mengacu waktu pelatihan
karena pelatihan itu sebagai contoh jadi pelaksanaan dilapangan ya itu.
Katanya.

Menurut Wawan, mengenai bak penampung
tidak sesuai RAB bisa dipertanggung jawabkan, adapun untuk debit air
sebelum pelaksanaan saya sudah kasih tau ke masyarakat bahwa, untuk
debit air Cisampang itu ada 17 m
yang mengandung pasir kupah dan kedalaman pengeboran sebetulnya 63 m.
inikan bukan submersible yang kapasitasnya 100 m lebih, jadi kalau
dengan program submersible hasilnya tidak memuaskan baru kita tanyakan,
sementara inikan jetpump yang kapasitasnya 50 m saja. mengenai
penempatan bak penampung sebelumnya sudah di jelaskan kepada masyarakat
siapa yang rela menghibahkan tempat, kalau memang ada yang tidak terima
kenapa sebelumnya orang tersebut tidak memberikan tempatnya untuk
dihibahkan.

Program Pamsimas Desa Cisampang yang diberikan untuk kepentingan
masyarakat tidak sesuai dengan RAB, tidak sesuai dengan tujuan program
mengingat keberadaan bak penampung tidak dipasang pondasi yang tertera
di RAB, berkaitan air pun kami kecewa karena dianggap tidak memadai
untuk kebutuhan
masyarakat.” Ujar Katib, tokoh masyarakat Desa Cisampang saat ditemui radarindonesianews.com Kamis (28/1). (Handa).

Comment

Rekomendasi Berita