by

Sumber Air Bersih Kecamatan Damar Beltim Terancam Tambang Timah

Sumber air yang dikhawatirkan diambil pengelola tambang.[Dani/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM – Beltim. Tambang timah di Belitung Timur mulai tidak mengindahkan aturan yang jelas. Salah satunya tambang yang berada di Desa Mengkubang Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur berada tepat di sela-sela perkebunan karet bekas milik warga yang telah dibeli pengelola tambang tersebut.

 
Tambang yang dijalankan sudah lebih kurang satu minggu tersebut persis tidak lebih sepuluh meter dari jalan aspal terlindung pagar seng dan kebun karet desa mengkubang kecamatan damar kabupaten belitung timur. Yang lebih parah lagi tambang tersebut juga berada diseputaran areal sumber air SPAM Damar desa mengkubang, bahkan tambang tersebut menggunakan air tersebut sebagai sumber air tambang.
 
Lebih kurang 600 warga masyarakat berbondong-bondong ikut berebut meminta bagian walaupun hanya sekedarnya saja. Kondisi alam dan meningkatnya curah hujan membuat tambang tersebut sangat beresiko terhadap kecelakaan tambang, karena licinnya struktur tanah dan jarak lobang tambang sangat dekat sekali dengan danau sumber air bersih bahkan ratusan masyarakat yang berdatangan pada malam hari beresiko besar akan kecelakaan tambang. Karena tambang tersebut bekerja hingga jam 3 pagi.
 
Sempat melakukan pemantauan beberapa wartawan dari Beltim ke areal pertambangan tersebut. 
 
Kebetulan ada pihak pekerja pegelola diareal tersebut ( sabtu, 20/02/16) memberikan keterangan dan sempat menunjukkan sumber air untuk tambang tersebut. “Nah itu bang tempat mesin isap airnya. Kami memasangnya agak jauh lah” ungkapnya. “hasil yang kami dapat kami bagi juga ke masyarakat yang mereman (bantu -red) jumlah mereka ada sekitar 600 orang. Memang ada juga beberapa masyarakat yang tidak setuju pak. Tapi terserah mereka lah. Itu hak mereka.” Ujar orang tersebut.
 
“Kalau kalian mau konfirmasi kejelasan lebih lanjut nanti malam datang saja kerumah Bos” tambah nya.
 
Hingga berita ini terbit kami (wartawan beltim) belum bertemu dengan bos tambang tersebut.
(Dn)

Comment

Rekomendasi Berita