by

Amanah Ramadiah: Hidup Itu Hanya Tempat Sementara Dan Penuh Kesulitan

Amanah Ramadiah di ruang kerjanya.[Suroto Hadis/radarindonesinews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Namanya Amanah Ramadiah, wajahnya tampak sangat imut meski sebenarnya gadis asal Bengkulu ini termasuk gadis yang super serius. Namun demikian, terasa sangat akrab dan hangat saat berbincang dengannya, Senin (29/2/2016).
Usianya masih terbilang muda namun prestasinya sangat luar biasa. Gadis kelahiran 4 April 1991 ini pernah menjuarai olimpiade matematika internasional yang diselenggarakan pemerintah Turki pada 2006. Dengan begitu, Ami, panggilan akrab pemilik nama Amanah Ramadiah ini mendapat beasiswa dan berkesempatan melanjutkan pendidikan SMA di Tangerang seperti yang diimpikannya.
Setelah menuntaskan SMA, Ami mendapatkan beasiswa dari Dikti dan melanjutkan pendidikannya ke Universitas Indonesia fakultas ilmu komputer. Setelah lulus dari UI, Amanah diminta untuk menjadi asisten dosen senior di fakultasnya.
Tahun 2014, Amanah melanjutkan studi ke Inggris untuk program S2 jurusan ekonomi. Amanah menimba ilmu di UCL, London’s Global University yang memililki peringkat 4 besar dunia termasuk Cambridge, Harvard dan Oxford University. Di UCL, London ini Amanah juga menimba ilmu Matematika dan Komputer yang menjadi mata kuliah ekonomi yang digelutinya.
Saat ditanya model belajar dulu sehingga Amanah Ramadiah bisa berprestasi seperti sekarang ini, Gadis asal Bengkulu ini berkisah bagaimana pola didik ibunya yang sangat strik. Bahkan saat masih anak-anak, Amanah dan kakaknya, Ahmadi akan mendapat sanksi hukuman di kamar mandi bila tidak hapal bacaan shalat yang diajarkan sang ibu.
“Sebelum berangkat ke kampus, ibu saya memberikan pelajaran dan sepulangnya dia menanyakan apa yang diajarkan itu.” Ujar gadis yang aktif menulis di JakartaPost ini mengenang.
Amanah terbiasa dengan pola ajar yang diterapkan sang ibu. Lebih istimewanya adalah ada kelas pribadi yang telah diatur jam dan skedulnya oleh sang ibu. Saat belajar dan malam hari, TV selalu dimatikan.
Pantaslah gadis yang cantik dengan balutan jilbabnya ini juga meraih prestasi sebagai juara pertama dalam olimpiade komputer di kancah internasional yang diselenggarakan di Rumania. Amanah berhasil menyabet Gold Medal dalam ajang tersebut. Saat itu Amanah Ramadiah membuat prototype robot pendeteksi bom. Dengan robot ini Amanah ingin memberikan andilnya kepada pemerintah untuk mendeteksi bom dengan robot ciptaannya. Peserta olimpiade itu diikuti siswa dari mancanegra yang seluruhnya laki-laki.
Meski telah banyak prestasi nasional dan internasional, gadis yang suka olahraga bulu tangkis  ini tetap mempertahankan kebiasaan membaca, baik ilmiah maupun novel. Amanah jatuh hati dengan novel karya Paulo Coelho. Salah satunya adalah The Alchemist yang spektakuler itu. Gadis yang kini bergiat di INDEF ini menyukai karya-karya yang memiliki esensi kehidupan berupa nilai religi dan filsafat.
“Ada pesan yang disampaikan Paulo Coelho dalam novel karyanya itu bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan apa yang kita inginkan tapi bila kita hanya berdiam di tempat kita tidak akan mendapatkan apa yang kita inginkan. ” Ujar gadis briliant yang suka dengan instrumental piano, gitar dan biola ini.
Amanah tidak suka nonton dan pergi ke bioskop atau theater. Tapi dia sangat suka dengan film “Beautiful Mind” yang mengulas tentang nobelist.
Dari jawaban dan kelincahan berbicarannya, tampak sekali kepandaian gadis penyuka warna putih ini. Menurutnya, putih itu netral dan bisa dipadankan dengan warna apa saja.
Dunia menurut gadis yang tidak suka berpenampilan formal ini, lebih banyak sulitnya dibanding kehidupan setelah mati nanti. Meski demikian Amanah yang kini masih single fighter ini tetap mengambil hikmah dari kebanyakan orang yang masih berjibaku menghabiskan fikiran, tenaga dan harta untuk sebuah dunia.
Untuk kaum wanita, Amanah berpesan agar merubah mindset yang selama ini masih menggelayuti perempuan dengan pandangan bahwa sebagai wanita, pendidikan tidak perlu tinggi. Amanah mengingatkan bahwa perempuan sejatinya tidak bisa lepas dari kodratnya sebagai wanita tapi bukan berarti menjadi orang yang lemah. Kodrat wanita tidak membatasi kreatifitas dan cara berfikir seorang wanita.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita