by

BMKG Cabut Peringatan Tsunami, dan Tak Ada Korban Jiwa

Masyaakat Mentawai, Sumbar waspai tsunami.
RADAINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -Mabes Polri dan BNPB sampai pukul 23.30 WIB, sama-sama
mengaku belum mendapat laporan adanya korban jiwa dalam gempa
berkekuatan 7.8 skala richter (SR) yang mengguncang Kepulauan Mentawai,
Sumatera Barat.
 
“Sampai saat ini tidak ada laporan korban dari Biddokkes Polda
Sumbar,” kata Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani
melalui pesan singkatnya, Rabu (2/3).


Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas
BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Menurut dia, selain belum adanya laporan
korban jiwa juga dilaporkan tidak ada kerusakan bangunan akibat kejadian
ini.


“Tidak ada korban jiwa, kerusakan bangunan dan tsunami tidak terlihat
di pantai. BMKG Sumbar telah mencabut peringatan tsunami untuk 15
daerah sejak pukul 21.30 WIB,” ujar Sutopo lewat pesan singkat yang
diterima wartawan.


Menurut Anton, informasi yang berhasil dihimpun dari BMKG, gempa
terjadi sekitar pukul 19.49 WIB, Rabu (2/3). Lokasi gempa terjadi 5. 16
LS, 94.05 BT atau 682 Km barat Daya Kepulauan Mentawai.


Gempa tersebut, tambah Anton, membuat BMKG mengeluarkan peringatan
tsunami di wilayah pesisir pantai barat, dan Kepulauan Mentawai, Sumbar.
Namun pada pukul 22.34 WIB, peringatan tersebut telah dicabut. Kondisi
Mentawai dan beberapa daerah di Sumbar sudah kondusif.


Sedang Sutopo menjelaskan, masyarakat di Kota Padang dan sebagian
pesisir Sumatera langsung merespons peringatan tak ada tsunami yang
dikeluarkan tak lama setelah sebelumnya gempa terjadi dan dikabarkan
berpotensi tzunam.


“BNPB membangun beberapa shelter dan telah digunakan masyarakat
evakuasi. Selain itu juga memanfaatkan atap masjid, gedung bertingkat,
sekolah dan lainnya. Di beberapa tempat terjadi kepanikan, kemacetan
lalu lintas karena banyak masyarakat yang membawa kendaraan bermotor,”
kata Sutopo.


Pastinya, tambah Sutopo, peringatan tsunami pasca gempa tersebut
telah dicabut. Warga pun diminta untuk kembali ke rumah masing-masing.


“Dengan dicabutnya peringatan tsunami maka masyarakat diminta kembali
ke rumah dengan tertib. Tidak perlu takut. Yang penting selalu waspada
dan mengikuti arahan aparat,” kata Sutopo. (Kds/bb)

Comment

Rekomendasi Berita