by

Hubungan Ekonomi Australia Indonesia Membuka Lapangan Kerja

Dubes Australia untuk Indonesia, PAUL Grigson.[gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Duta Besar Paul Grigson menyambut baik langkah maju dalam hubungan ekonomi selama seminggu ini. Ini termasuk kesepakatan untuk meluncurkan kembali perundingan tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia dengan tujuan menyelesaikan perundingan dalam waktu 12-18 bulan. Ini diungkapkan Grigson melalui siaran pers ke redaksi radarindonesianews.com, Jumat (18/3).

“Kunjungan Menteri Perdagangan Lembong ke Australia merupakan sukses luar biasa. Bersama dengan Menteri Perdagangan Australia Steven Ciobo, peta jalan telah ditetapkan bagi kedua negara kita,” kata Dubes Grigson.

Ekonomi Australia lanjut Grigson dalam siaran pers itu, semakin terkait dengan industri jasa. Australia dan Indonesia telah memiliki hubungan pariwisata dan pendidikan yang kuat yang dapat dikembangkan oleh kedua negara.

Sebagai contoh, sambung Grigson, keputusan Indonesia untuk menambah Australia dalam daftar negara bebas visa adalah cerdas dan tepat waktu. Kami memperkirakan itu akan menambah sekitar Rp 3,4 triliun ke dalam ekonomi Indonesia.

“Kita harus bertujuan untuk meningkatkan perdagangan, tetapi juga keterampilan dan transfer teknologi.” Tambah Grigson.

Selama kunjungan Wakil Perdana Menteri Australia dan Menteri Pertanian Barnaby Joyce serta Mr Lembong mengumumkan paket Rp 80 milyar untuk mentransfer pengetahuan peternakan sapi Australia ke Indonesia. Dengan berbagi pengetahuan dan keahlian mereka, peternak Australia akan membantu Indonesia meningkatkan produktivitas serta meningkatkan peluang untuk memasok sapi indukan bernilai tinggi dan layanan terkait.

“Ada peluang untuk berbuat lebih banyak lagi dalam agribisnis secara bersama-sama,” kata Dubes Grigson. “Ada apresiasi yang berkembang di Asia untuk produk dan makanan impor berkualitas. Dengan bekerja sama dalam rantai pasokan regional dan global, Australia dan Indonesia dapat membantu memenuhi permintaan ini.”

“Australia menantikan untuk bekerja dengan Menteri Lembong dan timnya pada finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Seperti Menteri Lembong katakan, “Hal pertama yang muncul di pikiran dalam hal perjanjian ini adalah seberapa baik ini akan berdampak pada lapangan pekerjaan di kedua negara”.[GF]

 
 

 

Comment

Rekomendasi Berita