by

Indonesia Satu-satunya Negara Alami Gerhana Matahari

Thomas Djamaludin. [Suroto/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Indonesia adalah
satu-satunya negara yang  dilintasi
bayangan Gerhana matahari total pada tanggal 9 Maret 2016 nanti.  Daerah yang akan dilintasi bayangan itu terdiri
dari 10 provinsi, mulai dari bagian Indonesia barat hingga timur.
Jalurnya melalui
10 provinsi, dari Bengkulu, Sumatera Selatan, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel,
Kaltim, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara,” ucap Thomas
Djamaluddin, Ketua LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).
Dari 10 provinsi
itu, ada 11 daerah yang dilewati gerhana matahari total. Berikut daftar nama
daerah dan waktu terjadinya gerhana:
Berjuluk Kota
empek-empek Palembang akan berlangsung gerhana total selama 1 menit 52 detik. Mulai
gerhana matahari:         06.20 WIB .Mulai
gerhana matahari total:  07.20 WIB dan berakhir
gerhana matahari:     08.31 WIB
Lalu Belitung
gerhana total selama 2 menit 10 detik. Mulai gerhana matahari total:     06.21 WIB Gerhana matahari total:     07.22 WIB dan berakhir gerhana
matahari  pada pukul 08.35 WIB.
Kepulauan Bangka Durasi
gerhana total selama 2 menit 8 detik. Mulai gerhana matahari pada pukul 06.20  WIB.Gerhana matahari mulai total pada pulul
07.21 WIB berakhir gerhana mataharil pukul 08.33 WIB
Sampit durasi
gerhana total selama 2 menit 8 detik.Mulai gerhana matahari pada pukul  06.23 WIB
Dimulai gerhana
matahari total pada pukul 07.27 WIB dan berakhir gerhana mataharil pukul 08.44
WIB
Palangkaraya
gerhana total selama 2 menit 29 detik.Mulai gerhana matahari pukul 06.23  WIB.Mulai gerhana matahari total:  07.28 
WIB. Berakhir gerhana
mataharil pulul  08.46 WIB
Balikpapan durasi
gerhana total selama 1 menit 9 detik.Mulai gerhana mataharipada  07.25 WITA. Dimulai gerhana
matahari total:   08.33 WITA dan berakhir
gerhana matahari pulult 09.53 WITA.
 
Palu gerhana
total selama 2 menit 4 detik. Mulai gerhana matahari:            07.27 WITA. Mulai gerhana matahari
total pukul 08.37 WITA
Dan berakhir
gerhana mataharil:     10.00 WITA
Poso gerhana
total selama 2 menit 40 detik. Mulai gerhana matahari:         07.28 
WITA. Gerhana matahari total mulai 08.38 WITA dan berakhir gerhana
matahari pukul 10.02 WITA
Luwu gerhana
total selama 2 menit 50 detik. Mulai gerhana matahari pulil07.30 WITA  Gerhana matahari total mulai pukul 08.41 WITA
dan berakhir gerhana mataharil pukul10.07 WITA
Ternate gerhana
total selama 1 menit 9 detik. Mulai gerhana matahari pukul  08.63 WIT.Mulai gerhana matahari total pukul 09.51
WIT dan berakhir gerhana matahari pukul11.20 WIT
Halmahera gerhana
total selama 1 menit 36 detik.Mulai gerhana matahari pukul 08.37 WIT. Mulai
gerhana matahari tota 09.54 WIT dan berakhir gerhana matahari pukul11.24 WIT.
Hanya beberapa
daerah di Indonesia yang bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari total
tanggal 9 Maret 2016 mendatang. Daerah tersebut merupakan daerah yang dilintasi
bayangan penuh umbra bulan.
Gerhana matahari
total yang terjadi pagi hari akan membuat langit menjadi gelap selama beberapa
saat. Matahari yang biasanya memancarkan sinar terang maka saat gerhana akan
tertutup bulan sehingga korona atau mahkotanya bisa terlihat.
“Ketika
gelap piringan matahari tertutup seperti kondisi magrib, tapi kalau magrib
masih ada senjanya. Kalau ini gelap ada cahayanya lembut sekali, suasana
seperti ada cahaya bulan, gelap. Masih bisa lihat sekitar tapi
remang-remang,” ucap Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(LAPAN) Thomas Djamaluddin kepada detikcom.
Sebelas daerah
itu lanjut Thomas akan bisa menikmati momen ketika matahari sepenuhnya ditutupi
bulan, akan tetapi ada juga daerah yang hanya akan mengalami gerhana matahari
sebagian. Daerah itu hanya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian karena
tidak dilewati umbra (bayangan inti) bulan tetapi dilewati oleh penumbra
(bayangan yang lebih terang) bulan.
Warga di daerah
tersebut dapat melihat matahari tertutup bulan dengan presentase yang berbeda,
ada yang 95 persen hingga 65 persen dengan durasi gerhana yang berbeda-beda.
Misalnya di
Jakarta, gerhana matahari akan terjadi sebesar 88,76 persen. Matahari mulai
tertutup bulan pukul 06.19 WIB dan akan berakhir pada 08.31 WIB. Namun perlu
dicatat, bagi yang ingin melihat gerhana matahari sebagian harus menggunakan
filter baik itu kacamata khusus gerhana matahari yang sudah dilengkapi filter
matahari atau teropong agar retina mata tidak rusak karena terkena sinar
matahari langsung.
“Ketika
bulan mulai tersibak lepas dari matahari, maka piringan matahari yang terang
itu akan menyilaukan sekali padahal pupil mata sedang membesar dan itu yang
bisa merusak retina mata,” ujar Thomas.
Selain Jakarta
berikut daftar daerah lain yang akan merasakan gerhana matahari sebagian
meliputi sebagian Padang gerhana terjadi 95,41 persen dapat disaksikan mulai
pukul 06.21 WIB hingga pukul  08.27 WIB
Bandung gerhana
terjadi 88,76 persen dapat diisaksikan mulai pukul 06.19 WIB hingga 08.32 WIB
Surabaya gerhana
terjadi 92,96 persen dapat disaksikan mulai pukul 06.23 WIB hingga 08.40 WIB
Pontianak gerhana
terjadi 92,96 persen dapat disaksikan mulai pukul 06.23 WIB hingga 08.40 WIB
Denpasar gerhana
terjadi 76,53 persen dapat disaksikan mulai pukul 07.22 WITA hingga 09.42 WITA
Banjarmasin gerhana
terjadi 98,22 persen dapat disaksikan mulai pukul 07.23 WITA hingga 09.47 WITA
Makassar gerhana
terjadi 88,54 persen dapat disaksikan mulai pukul 07.25 WITA hingga 09.54 WITA
Kupang gerhana
terjadi 65,49 persen dapat disaksikan mulai pukul 07.28 WITA hingga 09.55 WITA
Manado gerhana
terjadi 96,66 persen dapat disaksikan mulai pukul 07.34 WITA hingga 10.15 WITA
Ambon gerhana
terjadi 86,91 persen dapat disaksikan mulai pukul 08.33 WIT hingga 11.16 WIT
Untuk bisa
menatap matahari secara langsung, kita harus menyingkirkan setidaknya 99,9968%
dari energi yang diterima dari matahari. Angka ini (terutama pada dua digit
terakhir itu) jelas bukan angka mistis yang turun dari langit. Besaran itu
didapat dari hasil pengukuran yang akurat terhadap energi yang dipancarkan
matahari berbanding yang mampu diterima oleh organ retina mata tanpa
merusaknya. Ini bisa diperoleh lewat filter khusus untuk pengamatan matahari, yang
hanya menyalurkan setidaknya 0,0032% cahaya (filterShade 12). Cara-cara semacam
melihat melalui film, pita magnetik, CD, gelas buram, dan sebagainya itu
sebenarnya masih belum cukup aman untuk melindungi retina dari kerusakan.
Tapi itu bukan
berarti kita harus mengurung diri dalam rumah saat terjadi gerhana. Berada
diluar rumah pada saat gerhana matahari sama amannya (atau sama berbahayanya)
dengan berada di luar rumah pada hari-hari biasa, sepanjang kita tidak menatap
langsung ke arah matahari. Namun pada saat matahari berada dalam fase gerhana
total, adalah aman untuk menatap matahari secara langsung (ingat, hanya pada
saat fase total!).
Penjelasan
ilmiahnya, karena walaupun ukuran (diameter) bulan 400 kali lebih kecil dari
matahari, letaknya juga 400 kali lebih dekat. Dengan demikian, saat fase total,
ketika bulan tepat berada segaris dengan matahari, ukuran bulan akan tepat sama
besar dengan ukuran piringan matahari, dan secara efektif akan menghalangi
bagian matahari yang paling terang dari pengelihatan. Saat itu kita bisa
sejenak meninggalkan peralatan filter untuk menatap pemandangan langka itu:
matahari dengan gemerlap koronanya yang bependar ditengah gelapnya langit siang
hari.[Toto]

Comment

Rekomendasi Berita