by

Irjen Tito Karnavian Benarkan Kabar Pergantian Dirinya

Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian.
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito
Karnavian membenarkan kalau dirinya akan dipindah-tugaskan menjadi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Pemindahan ini
menurutnya sudah berdasarkan keputusan surat dari Presiden RI Joko
Widodo dan telegram rahasia dari Kapolri yang terbit sejak tanggal 10
Maret lalu.
 
“Rencana dilantik mungkin besok Rabu (16/3) di Istana Negara.
Kemudian serah terima jabatan juga untuk mutasi, saya di gantikan oleh
Kapolda Jabar, senior saya pak Irjen Moechgiyarto,” kata Tikar
sapaanTito Karnavian kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa
(15/3/2016).


Bekas Kapolda Papua ini sendiri mengaku tidak mengetahui kapan serah
terima jabatan para kapolda baru. Namun yang ia ketahui ketiga Kapolda
lainnya selain Polda Metro Jaya, yakni Kapolda Jabar dan Kapolda Riau
kemungkinan serah terima di Mabes Polri pada Kamis (17/3/2016) nanti.


“Bisa saja hari lain saya tidak tahu serah terimanya kapan pastinya.
Saya pernah menjadi deputi dua tahun, saya pikir konsep deradikalisasi
saya sudah punya konsepnya mengenai itu. Kemudian mengkoordinasikan
insgtansi terkait, karena penanganan teroris tidak bisa dilakukan satu
instansi,” tegasnya.


‎Tito tidak mempermasalahkan dirinya yang baru menjabat Kapolda Metro
jaya delapan bulan dan harus dimutasi menjadi kepala BNPT. Pasalnya
menurut Tito Staf di Polda Metro Jaya cukup kuat dengan orang-orang
terpilih, baik anggota di Polda maupun di Polres.


“Pak Irjen Moechgiyarto senior saya lulusan terbaik tahun 86, beliau
sangat berpengalaman, pernah menjabatan Kapolda NTB dan Jabar. Saya
yakin beliau bisa lakukan tugasnya lebih ‎dari saya di Polda Metro
Jaya,” tuturnya.


Tito menegaskan, dirinya bukanlah orang baru dalam menangani kasus
teroris yang ada di Indonesia, lantaran dia mengklaim sejak tahun 98-99
dirinya sudah menangani terorisme yang ada di Indonesia.


Ia pun pernah menjabat sebagai Kadensus dan dirinya akan fokus dalam
kegiatan pencegahan dengan melibatkan banyak instasi lain serta harus
memiliki konsep dalam menangani kasus teroris.


“Kemudian penegakan hukum sekarang bagaiman mengamankan jangan sampai
ada serangan teror, kedua menangani persoalan yang ada di Poso. Saya
mungkin nanti akan lebih banyak turun ke Poso,” tutupnya. (Maya/BB)

Comment

Rekomendasi Berita