by

BBWSC3 IR II, PT Brahmakerta Adiwira Diduga Lakukan Permainan Harga Material

Aktivitas kegiatan BBWSC3 irigasi dan Rawa II.[Adhie/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, BANTEN – Kegiatan BBWSC3 Irigasi Dan Rawa II pada proyek
rehabilitasi saluran induk Pamarayan Utara Daerah Irigasi Ciujung,
Kabupaten serang, yang dikerjakan PT. Brahmakerta Adiwira, nomor kontrak
HK.02.03/PPK-IR.RW-II/BBWSC3/
02/2016 dengan masa kontrak pekerjaan
210 kalender yang anggarannya dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 sebesar Rp. 18.538.300.000 – (
Delapan Belas Milyar Lima Ratus Tiga Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Ribu
Rupiah ), diduga melakukan permainan harga dalam pembelanjaan material
batu dan pasir. 



Pasalnya dalam pembelanjaan material jenis batu yang
disubkan pihak kontraktor kepada suplayer harga 1 truknya hanya  sebesar
Rp.700.000.



Disampaikan salah seorang yang bertugas sebagai pencatat penerimaan barang saat ditemui radarindonesianews.com,
material batu yang ada sudah di handle oleh bos (H. Endi selaku
Suplier-Red), dirinya mengaku hanya bertugas sebagai tenaga lapangan
yang melakukan pencatatan barang masuk.



“Saya disini hanya sebagai pencatat barang masuk saja pak,
untuk suplayer sendiri bos saya yaitu H. Endi, silahkan saja datang ke
kediaman beliau untuk ngobrol-ngobrol, material batu dan pasir yang
dikirim dibayar cash oleh H. Endi, harga pasarannya setahu saya kalau
disini sekitar Rp. 700.000 per truknya,” katanya, Rabu (09/03/2016).



Sementara saat dikonfirmasi Dian selaku pelaksana kegiatan
PT. Brahmakerta Adiwira mengatakan, Suplayer material batu sudah
mendapatkan SPK dari PT. Brahmakerta Adiwira untuk melakukan pengiriman
material  tersebut, dirinya mengaku itu bagian hal yang wajar dalam
menjalankan usaha, ketika suplier mendapatkan penawaran dengan harga
tertentu kemudian saling menyepakati apa yang harus disalahkan.



“Contoh perusahaan memberikan penawaran Rp. 900.000 kepada
suplayer dalam per truk kemudian suplayer menyanggupi dan mencari
referensi tempat pembelanjaan batu yang termurah dengan harga Rp.700.000
per trucknya sah sah saja kan, suplayer kan orang usaha pasti
menginginkan keuntungan, terlepas itu dibayarkan cash oleh suplayer
kepada tempat pembelanjaan batu namun yang jelas perusahaan melakukan
pembayaran terhadap suplayer secara invoice, kita tidak melihat harga
dari material batu tersebut namun kita melihat dari kualitas batu yang
ada kemudian konsultan sendiri menyatakan batu tersebut masuk dalam segi
kualitas batu itu sendiri,” ungkap Dian.



Terpisah, saat dihubungi melalui Short Message Service
(SMS), Iwan Fauzi selaku PPK Irigasi dan Rawa II BBWSC3 saat dimintai
tanggapan soal dugaan permainan harga pembelanjaan material jenis batu
belah dan pasir, dirinya tidak mengetahui persoalan ini. 



“Maksudnya? Oh.. kurang paham saya masalah itu, murah amat batu 700 ribu,“ jawab Iwan Fauzi singkat.



Pantauan radarindonesianews.com selain
adanya dugaan permainan harga dalam pembelanjaan material jenis batu
dan pasir, terlihat juga kegiatan normalisasi dilakukan secara manual
atau menggunakan tenaga manusia bukan menggunakan alat berat sesuai
dengan fungsinya.( Ali / Adhsn )

Comment

Rekomendasi Berita