by

Mantan Pengusaha Sukses, Andi Tidak Malu Jadi Pengemudi Bluebird

 
Andi Apandi, mantan pengusaha sukses yang kini menjadi pengemudi Bluebird.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Andi Apandi tidak pedulikan rekan-rekan pengemudi Bluebird berdemo agar pemerintah menghentikan taksi gelap seperti Grab Car dan Uber yang memberikan layanan transportasi dengan aplikasi online. Andi malah lebih memutuskan untuk tidak narik saat itu dan tinggal di rumah.
“Kalau sudah melibatkan banyak orang, pasti ada aja yang gak beres, apa lagi ada provokator.” Ujarnya memberi alasan saat berbincang dengan radarindonesianews.com di bilangan Blok M Jakarta Selatan.
Bapak muda berusia 46 tahun ini adalah mantan seorang pengusaha sukses. Semua orang di Cipondoh, Tangsel, pasti kenal siapa Andi. Usaha roti yang ditekuninya mendatangkan kesuksesan hingga dia berhasil membeli tanah seluas 600 M sebagai tempat tinggalnya bersama keluarga. Bisnis roti yang ditekuni sejak 2006 itu maju pesat hingga dia memiliki 6 mobil. Sukses demi sukses diraihnya. Mimpi indah yang dulu hanya ada di benak dan tidurnya itu, kini menjadi sebuah kenyataan.
Gaya hidup Andi mulai berubah. Andi yang dahulunya sangat tidak suka melihat wanita atau gadis yang mengenakan rok pendek. Namun saat bergaul dengan teman-temannya, Andi justeru diajak ke tempat-tempat wanita penghibur dengan pakaian yang seronok. Andipun akhirnya terjerembab dalam kehidupan dengan banyak wanita. Kekayaan yang dulu di mimpikannya itu justeru membawanya ke jalan yang menyesatkan. Wanita, dari segala jenis katanya, sudah dirasakannya. Kondisi ini justeru membawa petaka bagi Andi karena sang isteri menggugat cerai.
Lima tahun berikutnya, kehidupan Andi berubah drastis. Tanah dan rumah yang dimilikinyapun lenyap seketika.”Saya jual untuk nutup hutang dengan bank. Saya gak tahan ditagih dan didatangin terus pihak bank.” Ujarnya mengenang.
Kini Andi hidup di sebuah rumah kontrakan. Makan tidak lagi di restauran mewah seperti yang dilakukannya dulu bersama teman-teman. Pedih memang dirasakan. Namun kenyataan pahit ini tidak melunturkan semangat Andi untuk tetap berjuang demi anak-anak yang masih membutuhkan banyak biaya dan makan sehari-hari.
“Isteri saya diambil, harta saya diambil. Ini memang salah saya. Saya tidak amanah dengan yang telah diberikan-Nya.” ujar Andi lirih.
Bulan Februari lalu, Andi memutuskan untuk menjadi seorang pengemudi Bluebird. Andi melamar sebagai sopir Bluebird di Cipondoh, Tangerang. “Saya  buang gengsi saya demi anak-anak yang masih memerlukan banyak biaya.” Ujarnya.
“Saya rela dengan semua yang terjadi. Inilah hidup dan takdir Allah yang harus saya jalani. Allah itu hebat. Dia bisa mengubah hidup seseorang dalam sekejap.” Tambah Andi yang kini memiliki dua orang anak, Diki dan Dini.
Dengan seorang isteri keduanya, kini Andi hidup tenang di sebuah rumah kontrakan sebagai penegemudi Bluebird. Tidak ada lagi kehidupan glamour yang menyesakkan dadanya itu.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita