by

UPT Pertanian Cileles, Tidak Tau Ada Dugaan Tebusan Handtraktor

Handtractor untuk petani Cikiara.[Handa/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM,
LEBAK – Unit Pelaksana Teknis Pertanian Kecamatan Cileles, tidak mengetahui adanya dugaan tebusan administrasi bantuan Handtraktor untuk
kelompok tani Cikiara, Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten
Lebak,
Banten.

“Saya nggak tau kalau bantuan
ada tebusan, adapun ongkos pengambilan itu swadaya sendiri, itu mah
silahkan kelompok. Pokoknya saya mah intruksi Kadis nggak boleh ada
pungutan, ya ngga boleh ada pungutan.” Demikian ungkap Ahmad, Kepala UPT
Pertanian Kecamatan Cileles saat dikonfirmasi Jumat (18/3) di Kantor UPT
Pertanian.

Disinggung fakta dugaan tebusan
di lapangan, Ahmad menjelaskan bahwa itu di luar kendali dirinya.
“Yang penting saya
bekerja dengan baik. kecuali UPT yang meminta misalkan segini-segini
“. Tambahnya.

Menurut Ahmad, dirinya hanya meng
intruksikan kelompok tani untuk ambil sendiri ke
Balai Benih Ikan (BBI) karena mereka sudah tau tempatnya. 
Dalam hal ini
lanjut Ahmad, dirinya bingung harus menyelesaikan bagaimana. “Kecuali kasusnya ada di saya
oke saya beresin. Saya hanya dapat getahnya sedangkan orang lain yang
melakukan.” Imbuhnya.

Sebelumnya
diberitakan, Bantuan Handtraktor untuk kelompok tani Cikiara, Desa
Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten yang
penyalurannya melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lebak diduga ada
tebusan. Pasalnya, pada pelaksanaan di lapangan mesin Handtraktor
tersebut beberapa kali pindah tangan/kepemilikan karena harus
mengeluarkan biaya administrasi atau tebusan. (HD)

Comment

Rekomendasi Berita