by

Diduga 121 Orang Tak Bersalah Tewas di Tangan Densus

Ilustrasi penangkapan oleh Densus 88 (D.A Pitaloka)
RADARINDOESIANEWS.COM, JAKARTA – Sedikitnya diduga 121 orang tak bersalah telah meregang nyawa di tangan pasukan Detaseman Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri usai ditangkap karena dituduh sebagai jaringan kelompok teroris.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, pola penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan Densus 88 terhadap terduga teroris berbahaya. Hal itu menurut Ray mengancam masyarakat luas, karena bisa saja menjadi sasaran pasukan elit anti teror itu.

“Pola ini bisa membahayakan kita semua. Memalukan, sejarah akan mencatat, 121 orang meninggal. Semangat reformasi kita akan dipertanyakan,” kata Ray di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Jumat 1 April 2016.

Jumlah itu kata Ray, kemungkinan akan terus bertambah menjadi lebih banyak. “Berapa harga nyawa WNI? Apa dua gepok uang itu. Harga nyawa WNI diselesaikan dua gepok uang. Apa hubungannya nyawa dengan uang itu. Kalau uang diberikan polisi karena orang itu meninggal, pasti itu (penyebab meninggal) diakibatkan aparat negara,” ujar dia.

Ray juga menyayangkan, seorang WNI yang baru sebagai terduga langsung ditangkap. Ray menilai bahwa penangkapan itu tak berdasar.

“Apa dasar orang masih terduga ditangkap. Apa arti uang dua gepok yang diberikan, tak cukup ditangani Propam Polri, tapi harus ada tim investigasi independen,” kata dia.

Karena itu dia mendesak Densus 88 harus dibubarkan dan seluruh sistem Kepolisian harus dievaluasi. Alasannya kata Ray, institusi Polri tak lagi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Bubarkan Densus, kenapa Densus ada di struktur kepolisian kita. Evaluasi seluruh sistem kepolisian, tak bisa lagi kepolisian kita mengurus SIM sampai nangkapain orang. Kepolisian dan jaksa ini institusi yang belum bisa dibenahi dan tersentuh sampai sekarang. Kembalikan fokus mereka pada penegakan hukum dan keamanan saja, fungsi lain yang tak sesuai harus ditinggalkan,” kata Ray.[baca lebih lengkap]

Comment

Rekomendasi Berita