by

Dipaksa Dukung Ahok, Dua Pengurus Partai Hanura Mundur

Pengurus Partai Hanura mundur karena dipaksa dukung Ahok.[Hw360]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Keputusan Hanura untuk mendukung Ahok di Pilkada 2017 nanti, berbuah
mundurnya sejumlah pengurus Partai Hanura. Setelah sebelumnya Wakil
Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta bidang Organisasi, Kaderisasi dan
Keanggotaan, Rahmat HS menyatakan Mundur dari jabatannya dan mengaku
sangat kecewa atas keputusan Partainya.
Kali ini menyusul Wakil Ketua DPD Hanura DKI bidang Pembinaan
Eksekutif dan Legislatif Bustami juga mengundurkan diri. Dengan alsan
yang sama Bustami mundur dari jabatannya.
Bustami mengatakan, ada pemaksaan yang dilakukan Ketua Umum Hanura
Wiranto dan Ketua DPD DKI Jakarta Hanura Muhammad Ongen Sangaji. “Ada
pemaksaan dari Wiranto terhadap tata kelola organisasi. Ini yang membuat
kami menolak intervensi kekuasaan. Ada pemaksaan kehendak, baik dari
Ongen mau pun Wiranto,” ujarnya, (27/3).
Menurut dia, penetapan calon gubernur dari Hanura seharusnya
ditetapkan melalui mekanisme penjaringan terlebih dahulu. Sedianya, baru
bulan Mei nanti dilaksanakan rapat pimpinan untuk membawa nama kandidat
ke DPP. “Tapi beberapa hari lalu DPP melakukan rapat dengan sebagian
anggota DPD dan memutuskan mendukung Ahok,” sesalnya.
Keputusan Wiranto dinilai hanya sepihak, terlebih dangan adanya
ancaman dari Ongen yang akan memecat anak buahnya jika tak memilih Ahok.
Oleh sebab itulah Bustami memilih mundur sebab Hanura sudah dinilai tak
lagi sesuai dengan hati nuraninya.
Sebelumnya Rahmat HS mengungkan adanya paksaan dan ancaman yang
dilakukan oleh Ongen terhadap Kadernya. “Dalam Rembukan keputusan
deklarasi kemarin itu, Ongen Sangaji mengancam semua kadernya termasuk
saya. Kalau tidak mendukung Ahok, pilihannya hanya tiga: diam, keluar,
atau dipecat,” ungkap Rahmat dan Inilah yang menjengkelkan Rahmat dan
Bustami. Keduanya sepakat memilih mundur. (Hw360).

Comment

Rekomendasi Berita