by

Fahri Hamzah Merasa Sudah ‘Dibuang’ PKS

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dibuang oleh PKS. [Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengakui bahwa dia tidak diundang dalam acara Milad ke-18 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta pada Minggu, 24 April 2016. Dia merasa PKS sudah tidak menganggapnya sebagai kader.

“Ya, enggak ada undangan. Mungkin dianggap sudah bukan kader. Enggak ada undangan. Sudah saya cek,” kata Fahri ditemui wartawan dalam acara peringatan Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor di Jakarta pada Minggu malam.

Fahri mengatakan bahwa sesuai aturan dasar PKS, dia sebagai kader boleh menggugat keputusan Partai. Ia meminta agar PKS bersikap lebih dewasa dalam berpolitik. Sebagai partai Islam, PKS harus bisa menjaga ketinggian akhlak dan budi pekerti.

“Jadi undang-undang mengatur, AD-ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKS) mengatur bahwa saya boleh menggugat, dan undang-undang itu mengatur bahwa keputusan Partai bisa digugat. Saya minta PKS jangan bertindak terlalu jauh, sengketa, dewasalah berpolitik. Kita (PKS) partai Islam, harus menjaga diri,” katanya.

Menurut Fahri, PKS perlu lebih dewasa secara berpolitik agar nanti tidak membuat malu di mata publik. Dia mengaku jabatannya sebagai Wakil ketua DPR masih tetap dan tidak ada perubahan.

“Apalagi saya sudah lama. Mungkin karena (dalam organisasi) PKS itu, kan, (diutamakan) kematangan dan ketinggian akhlak dan budi pekertinya. Artinya, PKS perlu belajar berpolitik secara baik-baik. Tunggu pengadilan saja. Enggak usah terlalu memaksakan diri, nanti malu sendiri,” kata dia. (ren/vv)

Comment

Rekomendasi Berita