by

Mantan Staf Presiden: Ada Yang Melobi KPK Agar Ahok Tak Jadi Tersangka

Ahok. [Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Mantan Staf khusus Presiden keenam
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief terus mengungkap keterlibatan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus
korupsi RS Sumber Waras. Info terakhir, dia menyebut ada yang mencoba
melobi KPK agar Ahok tak ditetapkan sebagai tersangka.
 

“Ada yang sudah melobi KPK, Ahok bersedia tidak mencalonkan diri (dalam
Pilgub DKI) tapi jangan dijadikan TSK. Koruptor akalnya banyak,” kata
Andi melalui akun Twitternya @AndiArief_AA.


Andi berharap KPK tak mudah diintervensi dari siapapun
termasuk Ahok. Terlebih dia yakin ada markup pembelian lahan RS Sumber
Waras yang dilakukan Pemprov DKI. Sebab menurut dia, harga NJOP lahan
Sumber Waras Rp 7 juta, namun dibeli oleh Ahok dengan harga Rp 20 juta.

Namun, menurut Andi, ada upaya untuk melempar tanggung jawab ke Jokowi soal penetapan NJOP.

“Kalau kita jeli, tadi ada wartawan yang bertanya (pada Ahok usai
diperiksa 12 jam oleh KPK) bahwa penanda tangan keputusan NJOP adalah
Jokowi. Ini pertanyan setingan yang mengancam,” tutur Andi.

“Mengapa ada wartawan yang coba bertanya pada Ahok soal keterlibatan
Jokowi dalam menandatangani NJOP? Apakah Ahok meminta perlindungan
Jokowi?” tanya Andi.

Menurut Andi, kasus korupsi Sumber Waras pasti ada yang akan dijadikan tersangka, namun siapa?

“Korupsi RSWW sudah pasti ada TSK. Karena sudah ada saksi. Biasanya
tersangkanya adalah saksi yang berubah status jadi TSK,” ujar Andi.[pp]

Comment

Rekomendasi Berita