by

Masyarakat Antusias Baca Bantahan Fahri Atas Langkah PKS

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Situs yang memuat bantahan sekaligus
penjelasan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang dipecat oleh induk
partainya yakni Partai Keadilan Sejahtara (PKS) dalam semua tingkatan
kader, kebanjiran pengunjung. Situs yang beralamat bersamafh.com itu
memuat Fakta Kronologi dan Rangkaian Kejanggalan Dalam Proses Pemecatan
Fahri Hamzah.
 
Dalam rillis yang diterima, Senin (18/4/2016)
disebutkan kalau situs tersebut pun sempat mengalami gangguan dan nampak
seperti dihack oleh pihak lain, namun Fahri membantah hal tersebut.
Dijelaskan bahwa situs tersebut sempat mengalami gangguan karena
lonjakan pembaca sekaligus.


Nampaknya menurut Fahri banyak orang yang ingin tahu seperti apa
sebenarnya fakta dan kronologi yang terjadi karena selama ini hanya
berkembang opini dari satu pihak saja yaitu dari para elit PKS.


“Jadi begitu saya ungkapkan perspektif lainnya, publik sudah
menunggu-nunggu yang menyebabkan akses pembacanya bisa sekaligus sampai
30 ribuan orang sekaligus.Ini membuat mesin dan servernya panas. Jadi
saya rasa bukan karena di hack orang,” ujarnya.


Fahri menjelaskan bahwa pada intinya yang memaksa dia membuka hal ini
ke publik adalah karena sikap dan tindakan para elit PKS yang melakukan
operasi media dengan cara membocorkan percakapan yang seharusnya
menjadi percakapan pribadi karena sampai hari ini tidak ada selembar
surat pun dari PKS yang memberikan penjelasan kepadanya atas
pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan.


Dia pun menulis bahwa para elit PKS mulai dari Ketua Majelis Syuro
PKS, Salim Segaf Aljufri, Presiden PKS Sohibul Iman sampai Ketua DPP PKS
Bidang Politik, Almuzamil Yusuf dan Wasekjen Mardani Alisera lah yang
mendorong agar kondisi internal PKS menjadi konsumsi publik dengan
membocorkan hal itu ke media. Nampak jelas juga dari penjelasan Fahri
bahwa apa yang terjadi padanya adalah sebuah langkah yang sudah
direncanakan dengan berbagai skenario yang dilakukan seperti dengan niat
dan dendam.


Berikut kutipan dari situs tersebut yang diawali dengan sebuah
pengantar dimana dirinya (Fahri Hamzah) menyebutkan apa yang
dilakukannya ini adalah bentuk ikhtiar untuk membuat situasi menjadi
jelas dan terang dengan menjelaskan kronologi dan fakta fakta kejadian
dalam proses pemecatannya sebagai anggota dan kader PKS.


Fahri menjelaskan bahwa langkahnyaini adalah karena sebelumnya
beredar kronologi yang dirilis oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera
secara sepihak yang yang banyak sekali menyimpang dari fakta sebenarnya.


“Saya sudah meminta melalui 9 surat yang pernah saya layangkan sejak
persidangan awal, namun ternyata baru dirilis oleh Presiden Partai
setelah adanya pemecatan untuk dikonsumsi oleh publik luas. Ada banyak
sekali tuduhan tuduhan yang tidak rasional dan tidak memiliki dasar
bukti serta sebagai kebohongan publik yang dirilis oleh Presiden PKS
tentang keberadaan diri Saya,” jelasnya.


Diantara kebohongan itu menurut Fahri adalah Sohibul yang menyebutkan
kalau dirinya pernah dihukun dan diberikan sanksi ringan oleh Mahkamah
Kehormatan Dewan (MKD) karena pernah mengucapkan kata ‘rada-rada bloon’.
Hal tersebut benar pernah disidangkan oleh MKD dan dirinya telah
memberikan keterangan bahwa hal tersebut merupakan argumentasi dalam
kapasitas nya sebagai Ketua Team Implementasi Reformasi DPR untuk
menjelaskan kepada publik tentang pentingnya negara memberikan fasilitas
untuk memperkuat supporting sistem keahlian bagi anggota Dewan yang
bisa saja terpilih dari berbagai latar belakang.


“Dan MKD menerima keterangan Saya serta tidak pernah menjatuhkan
hukuman sanksi ringan. Serta berbagai tuduhan tuduhan lain yang
sesungguhnya merugikan diri Saya. dalam kronologi ini, Saya tidak banyak
menangapi hal tersebut, namun hanya ingin menjelaskan tentang berbagai
rangkaian peristiwa berdasarkan fakta sebenarnya yang melingkupi proses
pemecatan saya,” bebernya.


Dia pun berharap ikhtiar ini dapat memberikan pemahaman kepada publik
luas tentang apa sebenarnya yang terjadi serta dapat menjadi
pertimbangan perspektif bagi Kader Partai Keadilan Sejahtera yang
ditakziminya diseluruh Nusantara, agar kita tidak mudah diadu domba
apalagi diputus hubungan silaturahmi sebagai sesama Muslim dan sesama
manusia yang sudah terjalin mendarah daging begitu lama yang dasar
silaturahmi tidak hanya karena kita berpartai.


Selanjutnya Fahri pun menjelaskan secara gamblang proses permintaan
mundurnya yang tidak sesuai seperti penjelasan resmi PKS. Dia juga
merinci pertemuannya dengan Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri
secara sangat detail. Dia pun menuliskan penjelasan terkait pemeriksaan
oleh BPDO dan juga Dewan Qodho, panggilan Majelis Tahkim, operasi media
dan sosialisasi struktur baru.


Dalam bagian terakhir tulisanya Fahri pun menjelaskan berbagai
langkah PKS melakukan langkah ‘perdamaian’ agar dirinya mau secara
sukarela untuk mundur. Dia pun menutup penjelasanya dengan harapan hal
ini menjadi terang di hadapan publik dan juga Kader Partai di seluruh
Indonesia.


Dirinya pun berharap kronologi ini dapat menjadi pencerahan bagi
masyarakat luas seraya meminta maaf kepada kader di seluruh indonesia
atas hiruk pikuk yang terjadi. Fahri pun meyakinkan bahwa dinamika ini
akan menjad baik bagi Partai, jika di hati kita semua tetap
mempertahankan cinta sebagai dasar. Namun jika emosi dan nafsu serta
kepentingan pribadi yang dominan, maka kita semua hanya sedang membakar
diri menjadi arang.


Terakhir Fahri pun mengutip sebuah firman dari Surat Hud Ayat 88 yang
memiliki arti “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan
selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan
dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya
kepada-Nya-lah aku kembali,” tandasnya. (Denny/bb)

Comment

Rekomendasi Berita