by

Munaslub Golkar Harus Jadi Momentum Peralihan Generasi Kepemimpinan

Aziz Syamsudin
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Munaslub Partai Golkar yang akan
dilangsungkan pertengahan tahun ini, harus dijadikan momentum perubahan
bagi partai yang selama ini identik dengan partai ‘jenggot’ menjadi
partainya anak muda. Sebab, ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan
yang maha dahsyat, akan membuat partai berlambang Beringin ini punah
dengan sendirinya.
“Jadi, sudah saatnya Golkar dipimpin oleh generasi muda jika tidak
ingin tergilas oleh perkembangan zaman yang ditandai dengan era
munculnya kepemimpinan muda saat ini,” kata Chief Executive Officer
(CEO) Panggung Indonesia Ichwanudin Siregar kepada wartawan di Jakarta,
Selasa (5/4/2016).
Ichwan menjelaskan bahwa dari semua calon yang muncul, Aziz
Syamsuddin lah yang mumpuni soal perubahan itu. Bekas ketua umum KNPI
ini adalah tokoh muda yang berprestasi dan kinerjanya tidak diragukan.
“Sebagai generasi emas partai Golkar, Azis dengan track record yang
relatif bersih ini dianggap mampu meraih suara pemilih pemula di Pemilu
2019 mendatang,” terangnya.
Selain itu, dia juga menyebutkan kalau faktor keterpilihan Aziz
lainnya adalah karena disukai oleh tokoh senior partai. Kendati meraih
suara pemilih pemula, tentunya Aziz tidak akan meninggalkan generasi
tua.
“Aziz juga sangat diterima di golongan senior di Golkar karena kecerdasannya dalam bergaul,” tambahnya.
Atas dasar itu lah, Panggung Indonesia memprediksi Aziz akan
memenangi pemilihan, setelah mengikuti perkembangan para kandidat dalam
melakukan konsolidasi dan mencari dukungan suara di daerah.
“Kita melihat sambutan yang luar biasa ada di kubu Aziz. Kader Golkar
melihat Aziz bisa membawa kembali kejayaan partai. Misi Aziz membawa
Golkar yang modern, militan dan inovasi sangat diperhitungkan. Kita
meyakini munaslub akan menjadi panggung untuk Aziz memimpin Golkar,”
tuturnya.
Dalam sebuah kesempatan, Aziz Syamsuddin menyatakan pucuk
kepemimpinan partai beringin itu haruslah figur muda. Menurutnya para
politisi tua sudah harus berada pada posisi Tut Wuri Handayani.
“Bukan bermaksud agar yang tua istirahat dari kompetisi. Tapi harus
memberi teladan dari belakang bagi kaum muda, mendorong dari belakang
agar anak-anak muda bisa memimpin partai. Itu makna Tut Wuri Handayani,”
kata bekas Ketua Komisi II DPR RI ini.
Aziz menuturkan, Partai Golkar harus kembali menjadi pemenang pada
Pemilu 2019 dengan misi utamanya menyiapkan kader lebih dini sehingga
siap menghadapi persaingan yang semakin kompetitif ke depan.
“Kita harus pandai siapkan market pemilih. Apakah pemilih pemula, tua
ataukah muda yang diambil. Karena saat ini sudah banyak partai. Saya
siap mengambil suara dari kalangan pemilih pemula itu yang jumlahnya
76,2 persen,” ujarnya.
Makanya, lanjut Azis gagasan yang diusungnya adalah pucuk pimpinan
butuh modernisasi supaya brand image Partai Golkar dapat memengaruhi
pemilih pemula.
“Yang namanya anak muda tak mungkin bisa berkomunikasi secara
langsung dengan figur yang berbeda usia terlalu jauh. Mereka akan
berkomunikasi dengan seusia mereka,” tutupnya. (Arini/bb)

Comment

Rekomendasi Berita