by

Tunggal Waliman Akan Mengemas Sejarah Dalam Bentuk Visual

Ali (Kemeja hitam) dan Indra (kemeja putih) saat berada di Martini JW Mariot.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tunggal Waliman yang akrab dipanggil Ali, sangat terobsesi untuk mengemas film berlatar pendidikan dan sejarah. Partner bisnis Indra Gunawan di Sonia Gandhi Sinema ini ingin menyampaikan pesan sejarah yang terkait dengan kekejaman Jepang di Kalimantan Barat dalam bentuk visual kepada masyarakat Indonesia.
Tunggal Waliman
Dalam wawancara khusus dengan radarindonesianews.com di sela peluncuran single perdana Nabila, Susah Move On  di Martini JW Mariot Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/4), pria ganteng asal Kalimantan Barat ini menuturkan cerita sang kakek tentang pembantaian masyarakat Kalimantan Barat oleh Jepang yang menewaskan tidak kurang dari 21.037 orang.
Ali menambahkan, ini merupakan jumlah terbanyak yang tewas akibat kebrutalan dan kebiadaban penjajah Jepang dibanding daerah lain di Indonesia. Mereka yang dibantai Jepang adalah kaum intelektual dan cerdik pandai sementara mereka yang berusia di bawah 12 tahun dibiarkan hidup. Jepang, lanjut Ali, datang ke Kalbar dengan janji yang menipu. Jepang datang dengan mengatakan akan mengusir Belanda namun fakta sebaliknya, Jepanglah yang melakukan pembantaian terhadap masyarakat Kalbar.
Selain Cut Nyak Dien, lanjut Ali, ada sejarah di Kalbar yang patut diketahui publik dan masyarakat Indonesia yakni Taman Makam Juang Mandor yang kini berdiri tegak sebagai monumen agar masyarakat memahami hakikat dan peristiwa di balik monumen tersebut. 
Visi dan misi diangkatnya  Taman Makam Juang Mandor sebagai karya film layar lebar lanjut Ali, agar masyarakat Indonesia dapat mengambil hikmah sebuah sejarah untuk bangsa ke depan. Film ini akan digarap oleh Sonia Gandhi Sinema dalam bentuk kolosal yang melibatkan banyak pemain. Kita tunggu realisasinya.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita