by

Aliansi Masyarakat Merah Putih Indonesia: Tangkap Dan Adili Benny Wenda

AMMPI membakar gambar Benny Wenda.[dok/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kunjungan Benny Wenda sebagai pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) kepada Jeremy Corbyn, Ketua Patai Buruh (Labour Party) Inggris pada tanggal 10 Mei 2016 lalu mendapat reaksi dari Aliansi Masyarakat Merah putih Indonesia (AMMPI). Mereka menolak pernyataan Corbyn dan melakukan demo di depan kedubes Inggris, Rabu (18/5/2016).


Corbyn saat menerima kunjungan Benny Wenda sempat membuat statemen yang merendahkan kedaulatan NKRI dan  mendukung gerakan makar dan kemerdekaan Papua yang dimotori Wenda.

“Selama 5 dekade Papua
berada di Indonesia, hanya penderitaan yang didapat oleh rakyat Papua.
Maka lebih baik Papua merdeka dari Indonesia”. Ujar Jeremy Corbyn saat kunjungan tersebut.

Pernyataan inilah yang membuat geram AMMPI dan meminta Moazzam Malik, Dubes Inggris untuk Indonesia memberikan klarifikasi terhadap pernyataan Corbyn yang secara politis lebih condong mendukung kemerdekaan Papua itu. Mereka juga meminta agar mengekstardisi Wenda ke Indonesia.

“Aliansi mahasiswa dan masyarakat berkumpul utk
bergerak memprotes pernyataan corbyn dan meminta klarifikasi Pemerintah
Inggris tentangg status Benny Wenda dan meminta agar Benny Wenda diekstradisi
ke Indonesia” Ujar Inisiator AMMPI, Rasminto.

Rasminto menambahkan, Benny Wenda adalah buronan Polri sejak 2002 dan selama ini tinggal di Oxford, London yang diduga mendapat perlindungan pemerintah Inggris. Dugaan ini beralasan dengan keberadaan kantor perwakilan ULMWP pimpinan Benny Wenda.

Dalam demontsrasi yang berlangsung di depan Kedubes Inggris tersebut, Aliansi Masyarakat Merah Putih Indonesia (AMMPI) diinisiasi oleh para tokoh pemuda yang peduli terhadap NKRI ini mengerahkan sekitar 120 anggota.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita