by

Dai Muda Rifyan Hidayat, LC Telah Berpulang Ke Pangkuan Ilahi

Jenazah alm. ustadz Rifyan Hidayat, Lc usai dishalatkan menju pemakaman.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Setelah mengalami sakit beberapa waktu, ustadz Rifyan Hidayat Lc kembali ke pangkuan Ilahi, Senin (23/5/2016). Ustadz yang dikenal tangguh dan tak kenal waktu dalam berdakwah itu dishalatkan di masjid Jami Kemang, Pela Mampang, JakartaSelatan.
Almarhum saat keluar dari Klinik Esti, jalan Bangka Raya/29

Seribu jamaah lebih ikut menshalatkan Alm. ustadz Rifyan Hidayat LC. Mereka datang bukan saja dari warga stempat tetapi dari warga dan masyaakat di luar Pela Mampang. 

Tampak wajah sedih dari para jamaah yang hadir melepas kepergian sang ustadz muda kelahiran 1973 ini ke pemakaman wakap Mushalla Nurruddin yang tidak jauh letaknya dari kediaman almarhum.

Almarhum ustadz Rifyan Hidayat, LC merupakan dai muda yang sangat energik mengajar di 25 majlis ta’lim yang ada di dalam maupun di luar Kecamatan Mampang Prapatan. 
Almarhum sejak usia dua hari diasuh oleh Dharmawan, seorang mantan lurah di Cirebon yang kini berusaha di bidang mebel di bilangan Menteng, Jakarta. Beliaulah yang merawat dan membesarkan almarhum hingga mendapatkan gelar LC di Mesir karena Hasyim, bapak kandung alm. telah bercerai dari ibu alm. ustadz Rifyan.
Almarhum adalah tipikal dai yang sangat komitmen dengan ilmu islam yang dipahaminya. Beliaulah yang memprakarsai ide dan gagasan membangun sebuah Yayasan yang diberi nama Al-Ittihad di Kemang Utara sejak 2005. Kini Yayasan Al-Ittihad telah berdiri kokoh dengan bangunan tiga lantai. Alamrhum adalah orang pertama yang memberikan dana untuk Yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan tersebut.
“Almarhum lebih dulu menginfakkan dananya sebelum orang lain.” Ujar Sarwono, bendahara Yayasan Al-Ittihad kepada radarindonesianews.com, mengenang komitmen sang ustadz semasih hidup.
Menurut informasi yang dihimpun radarindonesianews.com, sebelumnya, almarhum dirawat di JMC kemudian dipindah ke RS. Persahabatan untuk cuci darah.
 
Saat menghadapi musibah dan ujian sakiti, almarhum yang beristerikan Hjh. Rosyadah imi berucap bahwa apa yang Allah berikan ini, harus diterima dengan ikhlas. Selamat jalan ustd Rifyan, Allah telah memberikan tempat yang lebih baik di sisiNya.[GF]

Comment

Rekomendasi Berita