by

Di Pesawat, Guru Ini Jadi Penyelamat ABG Pengidap Down Syndrome

Foto: copyright theage.com.au
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Berada di pesawat yang terus berputar di angkasa dan tak bisa mendarat
karena suatu alasan pasti akan membuat kita stres. Rasa cemas dan
khawatir akan menggelayuti pikiran kita. Dan hal inilah yang dialami
oleh para penumpang penerbangan JQ257 yang terbang dari Sydney ke
Melbourne.

Sophie Murpy, wanita yang berprofesi sebagai guru
untuk anak berkebutuhan khusus termasuk salah satu penumpang penerbangan
tersebut. Dilansir dari theage.com.au, ia kemudian melihat ada
seorang remaja laki-laki yang terlihat sedang bermasalah. “Usianya
mungkin 14 tahun dan mengidap Down syndrome,” ungkap Sophie. Tadinya ABG
itu terlihat baik-baik saja dan masih bisa jalan-jalan dan tersenyum.
Namun, ketika pesawat mengalami masalah, dia terlihat tak enak badan.

ABG
tersebut terbaring di lantai dan tak mau bangun. Bahkan kedua orang
tuanya yang sudah sepuh dan kakak-kakaknya tak bisa menanganinya. Sampai
akhirnya John Chesson sang manajer kabin bertanya, “Apakah ada guru di
penerbangan ini? Adakah guru untuk anak berkebutuhan khusus di sini?”
Sophie akhirnya mengajukan diri untuk menangani situasi tersebut.

Sophie menanyakan nama ABG tersebut. Shamran.
Ia juga bertanya dari mana asalnya. Selandia Baru, jawabnya.
Lalu Sophie bertanya apa buku favoritnya dan Shamran menjawab, “Winnie the Pooh.”

Shamran
mengaku merasa sedih dan badannya tak enak. Sophie kemudian menggenggam
tangannya lalu membicarakan soal Piglet, Eeyore, dan SpongeBob
Squarepants. Hingga akhirnya Sophie bisa mengajak Shamran duduk. Orang
tua Shamran sangat berterima kasih atas usaha Sophie.

Saat
Shamran muntah, Sophie ikut membantu menenangkannya. “Tak apa. Aku
adalah temanku. Kita akan baik-baik saja. Kita akan melalui ini semua
bersama-sama,” paparnya. Para penumpang lainnya ikut turun tangan
memberikan tisu. Keadaan pun kembali terkendali.

Saat akhirnya
pesawat berhasil mendarat, para penumpang mempersilakan Shamran dan
Sophie untuk turun lebih dahulu. Tak lama kemudian, seorang wanita muda
menghampiri Sophie. Ia mengaku duduk di belakang bersama suaminya yang
berprofesi sebagai dokter. Mengetahui situasi yang sempat terjadi dan
dialami Shamran, wanita itu bercerita, “Tapi ia (sang suami) tak tahu
harus melakukan apa. Akhirnya ia hanya duduk menyaksikan semua dan
mencatat.” Menurutnya orang tua sering menyebut bahwa sosok guru bisa
memberi dampak besar pada tumbuh kembang anak. Hanya saja orang tua
masih jarang memberi pengakuan atau pujian pada guru.

“Aku hanya
ingin orang-orang tahu bahwa semua guru punya semacam kemampuan yang
sungguh sangat luar biasa yang bisa digunakan di berbagai macam situasi
saat kapan pun. Guru memang hebat,” ungkap wanita tersebut.  [vem]

Comment