by

Fahri Siap Islah, Asalkan 5 Elit PKS Minta Maaf

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku
tidak memahami penjelasan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait
kemungkinan untuk islah dengan para elit PKS asalkan dirinya mengakui
kesalahan, meminta maaf kepada kader dan pimpinan dan mencabut gugatan
hukum. Padahal, Fahri sama sekali tidak pernah dijelaskan oleh elite PKS
apa kesalahan yang dimaksud mereka itu.
 
“Saya disalahkan karena mulut saya. Mereka nampaknya tidak memahami
bahwa pertama mulut saya ini tidak boleh dihukum, jangankan oleh partai,
negara pun tidak bisa menghukum saya karena mulut saya. Saya juga
dibilang merusak citra partai, dimana saya merusaknya jika konstituen
saya dalam setiap pemilu semakin banyak dan mengapa justru orang-orang
yang sudah dipidana yang jelas merusak citra partai tidak dipecat?Lantas
dimana saya harus mengakui kesalahan saya?” ujar Fahri di Gedung DPR
RI, Rabu (25/5).


Sementara soal dirinya harus meminta maaf, Fahri menjelaskan bahwa
permintaan maaf seharusnya justru dilakukan oleh yang bersalah, dalam
hal ini adalah 5 elit PKS yang digugatnya yang telah bertindak
semena-mena. Pengadilan sendiri sudah mengabulkan provisi yang
memenangkannya, maka menurut Fahri seharusnya mereka introspeksi bahwa
jejak kesalahan mereka sangat jelas.


“Jadi kalau mau islah justru saya kasih syarat mereka yang berlima
yang saya gugat ini yang seharusnya meminta maaf kepada kader yang sudah
bekerja bersusah payah memperbaiki citra partai karena kasus korupsi,
meminta maaf pada sistem pendukung dan simpatisan PKS yang sudah bekerja
keras mendulung suara namun hak mereka dihilangkan dan yang terpenting
adalah meminta maaf pada rakyat yang telah memilih saya karena suara
mereka telah dirampas oleh 5 orang ini tanpa proses yang
bertanggungjawab,” katanya.


Sementara soal mencabut gugatan hukum, Fahri menjelaskan bahwa
dirinya melakukan upaya hukum karena ingin membuktikan kebenaran. Dia
pun tidak rela kalau dicap sebagai penjahat dalam partai. Kecintaan
dirinya pada PKS dan seluruh kader PKS membuatnya harus membuktikan
bahwa dirinya tidak salah.


“Sebagai orang yang dididik dalam partai yang memperjuangkan
nilai-nilai kebenaran maka saya ingin membuktikan kebenaran itu. Saya
dididik di partai untuk punya harga diri dan martabat, bukan orang yang
sembarangan bisa dicabut kehormatannya begitu saja. Saya tidak rela kalo
dianggap penjahat dalam partai. Kecintaan saya pada kader dan partai,
membuat saya harus membuktikan pada kader bahwa saya tidak salah. Saya
ingin memulihkan persepsi kader, simpatisan dan konstiuen,” tegasnya.


Fahri mengaku melakukan semua langkah ini juga untuk memutus tradisi
yang tidak benar di PKS. Dimana mereka bilang yang namanya majelis
syuro, apapun omongannya selalu dianggap omongan resmi partai dan itu
katanya sudah diperkuat oleh argumenya Ustadz Hilmi (red: bekas Ketua
Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin), tapi konon Ustadz Hilmi sendiri gak
pernah diperiksa sebagai saksi.


Sebelumnya Koordinator Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi mengatakan
bahwa PKS tetap memberikan ruang islah bagi Fahri. Islah jelasnya dapat
dilakukan sepanjang wakil ketua DPR itu memenuhi tiga hal yang diminta
DPP. “Mengakui kesalahan, meminta maaf kepada kader dan pimpinan dan
mencabut gugatan hukum,” kata dia. (Denny/bb)

Comment

Rekomendasi Berita