by

Menteri Susi: Tanah masih banyak, buat apa reklamasi

Susi Pudjiastuti.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia
tidak perlu melakukan reklamasi karena tanah atau daratan masih luas.
 
“Belakangan ini di Jakarta
sangat ramai dengan isu reklamasi. Pemerintah harus lebih mengetatkan
izin-izinnya. Mestinya reklamasi baru dianggap penting bila daerah sudah
tidak punya lagi wilayah untuk PLN dan pelabuhan misalnya,” ucap Susi
seperti ditulis Antara Gorontalo, Minggu (15/5).


Tak hanya mengganggu kehidupan biota laut, Susi menilai reklamasi
akan menyulitkan nelayan mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari.


Menurut dia, misi Kementerian Kelautan dan Perikanan bukan hanya soal
kedaulatan perairan, tapi juga keberlanjutan potensi perikanan dalam
negeri.


Selain menolak reklamasi, Susi ini juga melarang penggunaan alat
tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti bom dan pukat harimau.


“Kalau pemerintah ingin menjadikan laut sebagai masa depan bangsa,
masa depan kita, maka harus dipastikan bahwa ikan tetap ada dan banyak
untuk ditangkap,” ujarnya.


Ke depan, lanjutnya, Kementerian yang dipimpinnya akan memberi syarat
kepada pemerintah daerah yang ingin mendapatkan bantuan yakni komitmen
melakukan keberlanjutan penangkapan ikan secara lestari, serta menjaga
pantai dan bakau dari reklamasi.


Sebelumnya, kunjungan Susi ke Gorontalo untuk memberikan bantuan
kepada kelompok nelayan binaan, dalam Program Coastal Community
Development Project di daerah tersebut.


Dia juga menyerahkan bantuan mesin pakan lengkap dan bahan baku pakan
senilai Rp 100 juta, serta dana untuk pelatihan pemeliharaan alat
tangkap ikan jaring (gillnet) sebanyak 30 orang senilai Rp 91 juta.


Bantuan lainnya adalah dana kegiatan penyuluh perikanan untuk 55
orang sebesar Rp376 juta, dan 50 paket masker dan snorkel kepada
Komunitas Sadar Wisata Hiu Paus di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila
Bone, Kabupaten Bone Bolango.[mrdk]

Comment

Rekomendasi Berita