by

Peran Agama Dalam Kitab Diselenggarakan HWPL WARP Office Makassar

HWPL WARP Office Makassar selenggarakan dialog damai berdasar kitab suci agama.[Breeana/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, MAKASSAR – HWPL WARP Office ke 5  Makassar berlangsung di aula Katedral Katolik, Sabtu [28/5] di Makassar, Indonesia. WARP Office diselenggarakan oleh HWPL berlangsung dengan tema ‘Peran Agama dalam Alkitab’.

Pada dialog tersebut, 6 pemimpin agama Islam, Budha, Katolik, Protestan,
Konfusianisme, Hindu, dan peneliati khusus HWPL WARP office berpartisipasi sebagai presenter dan lebih dari 100 peserta dari
masing-masing organisasi ikut serta dalam acara ini. 


Sekretaris Jenderal Makassar menekankan perlunya Makassar
HWPL WARP Office.

Mgr. Dr.
Johannes Liku Ada, Uskup Agung dari Keuskupan Agung Makassar mengatakan
bahwa hal ini sebagai mengejutkan karena semua pemimpin agama bisa
mendiskusikan keyakinan berdasarkan masing-masing kitab suci dan mereka
bisa menemukan bahwa mereka mendapat pengajaran yang sama dari Allah.
Dia setuju bahwa WARP Office adalah cara untuk mencapai perdamaian dan
menghargai Mr. Man Hee Lee yang secara aktif bekerja untuk perdamaian
dunia.


HWPL
WARP Office, yang merupakan salah satu proyek HWPL untuk perdamaian dan
penghentian perang dunia, telah dibentuk setelah WARP Summit
diselenggarakan pada September 2014 di Seoul, Korea.
Ada 159
Kantor HWPL  WARP di 77 negara di seluruh dunia. HWPL
jembatan antara agama untuk memahami agama-agama lain dengan
membandingkan kitab suci dan berdiskusi tentang topik dengan berbagai
ulama.
HWPL WARP Office dievaluasi sebagai alat penyelesaian sengketa dan konflik yang disebabkan oleh agama.


Mr
Man Hee Lee, Ketua HWPL, menekankan pada ‘
Forum Perdamaian HWPL yang
diselenggarakan pada 19 Februari di Korea jika agama tidak bersatu
sebagai satu, perdamaian dunia tidak dapat dicapai bahkan dengan bentuk
yang mengikat secara hukum untuk perdamaian dan penghentian perang.
Kita perlu memiliki bentuk yang mengikat secara hukum, dan agama harus diperbaharui. Dia juga menunjukkan “Perang yang muncul dengan alasan agama adalah bukti korupsi agama.”


Mr Lee telah berkeliling dunia dan memimpin gerakan perdamaian. Ia mengusulkan bentuk mengikat secara hukum untuk perdamaian dan Aliansi
Agama Dunia. Sepanjang
24 kali World Peace Tour, ia telah bertemu mantan dan saat ini
presiden, hakim Mahkamah Agung, dan tokoh agama, tokoh perempuan dan
kelompok pemuda untuk membuat perjanjian damai. Hasilnya
,
HWPL selenggarakan Upacara Proklamasi Deklarasi perdamaian dan penghentian
perang pada 3 Maret di Korea, dan sekarang melaksanakan kampanye tanda tangan Mendukung Deklarasi Damai dan Penghentian Perang. /[GF]

Comment

Rekomendasi Berita