by

Surat Untuk Bapak Presiden Jokowi

Taufiq Dwi Kusuma
Assalamu’alaikum Wrr. Wbb.


Ytg Bapak Presiden RI

Sehubungan semakin banyaknya anak-anak perempuan kita menjadi korban
secara sadis diperkosa dan dibunuh beramai-ramai maupun dilakukan oleh
orang terdekatnya seperti ayahnya, ayah tirinya, saudara laki-lakinya
maupun masih dapat dikatakan sebagai saudara serta tetangganya. 

Untuk Yuyun-2 yang telah menjadi korban sadis dari perkosaan dan pembunuhan dan lambatnya response negara. 

Pelecehan seksual terjadi semakin marak di banyak tempat di rumah, di
sekolah, di ruang publik seperti di Angkot, kereta apai, bus dsb. Apa
yang sudah bapak lakukan?

Selain masalah tersebut, di Kediri Jawa Timur juga terjadi pelecehan
seksual terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh SS seorang
penguasa Kediri, yang notabene SS juga sebagai salah satu pengusaha
kontraktor yang menguasa proyek Pemda maupun Pemkot Kediri.


Meskipun SS sudah di tahan, tapi SS mendapatkan pelayanan yang sangat istimewa oleh LAPAS KEDIRI.


1. SS bahkan sempat di bantarkan di Rumah Sakit selama berminggu minggu dengan alasan sakit, padahal SS sebetulnya tidak sakit.

Bapak Presiden, salah satu satu tanggung jawab sebagai
Presiden adalah mengurus warganya, melindunginya dengan rasa aman. Tugas
untuk melindungi warga dari rasa aman memang tidak mudah namun harus
ada usaha dan ikhtiar yang luar biasa melalui kebijakan-kebijakan publik
secara terus menerus diperbaiki dan berkelanjutan. 

Janji bapak Presiden akan melakukan revolusi mental apa itu? Apa konsepnya? Bagaimana indikatornya? Apa programnnya? Bgm road mapnya? Siapa yang melakukannya? Dan berapa anggarannya?


Bapak Presiden, jangan sampai program revolusi mental yang
sama sekali tidak jelas “juntrungannya” itu hanya sekedar tipu daya dan
cara pandang proyek semata. Pendidikan budi pekerti harus dimulai di
sekolah, dalam rumah tangga, di kantor-2 birokrasi Presiden dan contoh
serta leadership/kepemimpinan Presiden.


Bapak Presiden, banyak cara untuk negara hadir dalam
melindungi warganya, terutama anak-anak perempuan dan juga beberapa
anak-anak laki-laki dari tindakan kekerasan yang keji seperti perkosaan
yang bersamaan kemudian pembunuhan korban. Semua Kementrian bapak
prresiden dapat memiliki program tersebut. 

Pertama, segera dibahas dan disahkan RUU pencegahan kekerasan seksual
menjadi UU. Pembuatan UU ini tidak bisa hanya dibebankan kepada DPR,
namun pemerintah dan DPR karena implementasinya harus dengan pemerintah
baik aktor maupun anggaran.


Kedua, maksimalkan semua lembaga yang ada untuk menjaga
warga, neighboorhood police; penguatan warga seperti community power;
desain wilayah kota dan desa-2 dengan penerangan yang cukup/listrik
masuk desa; beri dana pada civil society yang bekerja di wilayah
penguatan warga tersebut; jauhkan miras dan narkoba dari warga;
manfaatkan para guru-guru secara khusus dengan tentu saja ditambahkan
insentif untuk menjaga para muridnya selama di sekolah dengan mendidik
anak-anak didiknya pendidikan seksualitas yang benar (tidak hanya
kampanye save sex tapi kampanyekan “halal and save sex”); perkosaan
adalah kejahatan yang keji, ajak para pemimpin agama Islam, Kristen,
Hindu, Budha dll untuk menjaga ummatnya masing-masing agar menjaga
akhlak yang menjadi inti dari ajaran agama apapun. Ini bisa menjadi
gerakan revolusi mental yang membutuhkan pemimpin cerdas.


Bapak Presiden, salah satu sumber dari persoalan bangsa
adalah gagalnya negara menyediakan lapangan kerja; gagalnya negara
melindungi warga; gagalnya aparatur negara melayani warganya; gagalnya
negara mensejahterakan rakyatnya, gagalnya negara mencerdaskan warganya.
Dengan tantangan Globalisasi dan MEA, bangsa ini sudah kehilangan
kedaulatannya dalam mengurus hak ekonomi, budaya dan politik warganya.


Semoga Bapak Presiden cepat tanggap, tidak cukup hanya
dengan pernyataan saja. Sebagai Presiden bapak memiliki tanggung jawab
untuk melindungi warganya, karena bapak menikmati semua hak kehidupan
mewah sebagai presiden dan dititipi dana rakyat APBN sebesar 2070
Trilyun/tahun untuk mengurus seluruh warga negara Indonesia yang sekitar
250 juta-an orang tersebut.


Kesemuanya ini untuk mengingatkan Bapak Presiden sebelum
bapak Presiden diingatkan oleh Sang Khalik dalam pengadilan Ilahi yang
Maha Adil nanti life beyond life.


Semoga tidak ada lagi yang rusak mental dan moralnya seperti SS,

Semoga tidak adalagi korban seperti Yuyun-2 yang baru di republik ini,
mekanisme dan sistem dibangun untuk melindungi kaum terindas seperti
Yuyun, semoga bangsa dan warga Indonesia selalu mendapatkan Lindungan,
Taufik dan Hidayah serta Barokah dari Allah SWT. Hanya KepadaMu Ya Allah
kami memohon ampun dari dosa-dosa kami, dosa-dosa para pemimpin bangsa
ini dan Ya Allah, kami meminta pertolonganMu. Al Fatihah, amin.


Wassalam,
TAUFIQ DWI KUSUMA
Aktivis Ormas dan Lsm Kediri Raya

Comment

Rekomendasi Berita