by

Susah untuk Bahagia Kalau Cintamu Didasari Soal Materi Belaka

Ilustrasi: Elinda/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS,COM, JAKARTA – Kita tak bisa naif atau menutup mata dengan kenyataan kalau kita
memang membutuhkan uang dalam hidup. Kita butuh uang juga materi. Tapi
jangan sampai kita melandasi sebuah hubungan hanya karena soal materi
belaka.

Mungkin kamu mencintai seseorang karena dia sudah punya
hidup mapan. Kehidupannya yang mapan memang memberi rasa aman tersendiri
di hatimu. Tapi tetap saja cinta yang tulus itu harusnya datang dari
hati bukan karena materi semata. Melandasi cinta karena perkara materi
belaka bisa susah untuk membuat bahagia.

Cinta karena Uang Itu Sifatnya Sementara
Kesenangan
akan uang sifatnya hanya sementara. Bahkan beberapa hubungan yang
berbasis materi akan cenderung palsu dan membuatmu kesepian. Mungkin
sekarang kamu bersenang-senang dengan uang yang kamu habiskan. Akan
tetapi, berhati-hatilah karena mungkin akan ada yang harus kamu bayar di
masa depan.

Tak Ada Kehangatan dan Kenyamanan kalau Uang Selalu Jadi Tolak Ukurnya
Kalau
kamu masih mempertahankan sistem percintaan karena uang, jangan
harapkan ada kehangatan dan kebahagiaan dalam hidupmu. Bagaimana bisa
merasakan ikatan emosional kalau kamu hanya memperlakukan dia sebagai
mesin ATM? Kamu tak akan pernah bisa benar-benar merasakan kebahagiaan
yang menentramkan kalau semuanya selalu diukur dengan uang.

Selalu Ada Rasa Cemas dalam Hatimu
Orang
yang tak memiliki uang banyak tapi punya keluarga kecil sederhana yang
hangat cenderung lebih bahagia. Sebanyak apapun uang yang kita punya dan
habiskan seringkali tak akan pernah bisa memberikan rasa puas. Yang
kamu rasa malah kecemasan dan kekhawatiran. Kamu jadi paranoid sendiri
dan merasa kalau cintamu padanya akan pudar ketika ia sudah tak lagi
punya uang.

 
 
“Money may not buy love, but fighting about it will bankrupt your relationship.”
— Michelle Singletary 

Kamu Jadi Susah untuk Membuat Prioritas Hidupmu
Segala
sesuatunya kamu ukur dengan uang. Untuk urusan cinta, kamu selalu
menjadikan uang dan materi sebagai patokannya. Di sini, kamu jadi
dibutakan oleh uang. Sehingga sulit bagimu untuk membuat prioritas
hidupmu. Kamu jadi kehilangan arah untuk kehidupan dan masa depanmu.
Hubunganmu pun jadi mudah rapuh dan sering dilanda konflik yang tak
berkesudahan.

Kalau menurutmu sendiri bagaimana, Ladies? Benarkah
kalau sebuah hubungan dilandasi soal perkara uang dan materi saja bakal
gampang goyah dan putus di tengah jalan? Share your opinions with us.[vem]

Comment

Rekomendasi Berita