by

Usia Baru 12 Tahun, ABG Ini Sukses Diterima Kuliah di 2 Kampus

Foto: copyright money.cnn.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tanishq Abraham, remaja berusia 12 tahun ini punya banyak ambisi
besar dalam hidupnya. Ia ingin jadi dokter, jadi peneliti medis, hingga
jadi presiden Amerika Serikat. Wah, luar biasa sekali ya cita-citanya.
Tapi kalau melihat kemampuannya dan pencapaiannya saat ini, rasanya
bukan hal mustahil ia bisa meraih impian besar itu.
 
Di usianya yang masih belia, Tanishq sudah lulus SMA dan tiga gelar dari community college di Sacramento. Dilansir dari money.cnn.com,baru-baru
ini ia sudah diterima oleh dua universitas, UC Davis dan UC Santa Cruz.
Wah, usia baru 12 tahun tapi sudah diterima di dua universitas dan
dapat beasiswa pula. Dia diberi waktu sampai bulan Juni untuk memutuskan
mau kuliah di UC Davis atau Santa Cruz.

Tanishq sudah tak sabar
untuk kuliah karena akhirnya dia bisa mulai melakukan penelitian
laboratoriumnya. “Aku dari dulu ingin sekali bekerja di laboratorium,”
kata Tanishq. Dia masih belum tahu ingin jadi dokter apa tapi ia punya
ketertarikan di kardiologi dan neurologi.


Tanishq bersama orang tua dan adiknya. | Foto: copyright money.cnn.comTanishq bersama orang tua dan adiknya. | Foto: copyright money.cnn.com

Pencapaian
dan prestasi Tanishq ini pun tak mungkin ada tanpa dukungan dan campur
tangan kedua orang tuanya. “Perkembangannya sangat cepat sekali,” ungkap
ibu Tanishq, Taji. Menurut cerita Taji, putranya itu sudah minta
mempelajari bahan-bahan kuliah sejak berusia 6 tahun.

Taji dan
suaminya yang bekerja sebagai insinyur peranti lunak di sebuah
perusahaan robotik telah berusaha semaksimal mereka untuk membuat
anaknya tetap bersekolah di sekolah umum. Namun, saat Tanishq berusia
tujuh tahun, Taji memutuskan untuk memilih jalur homeschoolinguntuk putra tercintanya tersebut.

“Dia
sangat tergila-gila dengan ilmu pengetahuan dan punya tekad yang kuat
sekali,” ungkap Taji. Taji yang mendapat gelar sarjana di kedokteran
hewan sebelum menjadi ibu mengatakan kalau ia bahkan mengambil sejumlah
mata kuliah bersama putranya seperti geologi dan astronomi. Pastinya
jadi pengalaman unik tersendiri bisa kuliah di kelas yang sama dengan
putra sendiri.

Sementara itu adik Tanishq, Tiara yang berusia 10
tahun juga mengikuti homeschooling dan jenius. Tiara lebih dikenal
jenius untuk bidang musik dan bahasa asing. Punya  buah hati yang sangat
cerdas, Taji memaparkan, “Susah memang memiliki anak yang sangat suka
belajar tapi sampai detik ini selama lima tahun kamu berhasil
menanganinya.”

Mendengar gambaran dan pencapaian Tanishq mungkin
kita akan menganggapnya sebagai anak yang menghabiskan semua waktunya
untuk belajar. Namun, ternyata Tanishq juga seperti anak lainnya. Sang
ayah, Bijou mengatakan kalau putranya itu suka tertawa dan bermain.
Tanishq adalah anak yang menyenangkan. “Sebagai orang tua, kami ingin
memastikan ia memiliki masa kanak-kanak yang sudah semestinya,” kata
Bijou.

Meskipun Tanishq jauh lebih muda dari anak-anaknya, ia
tak malu untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. “Aku tak merasa
berbeda, aku bisa merasakan yang mereka rasakan. Aku berinteraksi dengan
mereka seperti yang kulakukan pada semua orang. Aku bisa berteman
sangat cepat, aku bisa menyesuaikan diri,” kata Tanishq.

Kalau
tidak sedang belajar, Tanishq suka bermain game Mario Kart, menonton
film, atau bermain dengan adiknya. Di balik kejeniusannya, Tanishq
tetaplah anak-anak seperti biasa.

Walaupun diterima di dua
universitas, Tanishq masih bertanya-tanya soal kenapa dirinya tak
diterima di Stanford. “Aku tak tahu alasan mereka tak menerimaku. Aku
sangat berharap mereka menerimaku,” papar Tanishq. Padahal dia sangat
berharap bisa diterima di Stanford karena sangat tertarik dengan
sejumlah penelitian di kampus tersebut. Meski tak diterima Stanford,
tetap saja sudah jadi prestasi luar biasa dirinya bisa diterima di dua
universitas saat usianya baru 12 tahun.[vem]

Comment

Rekomendasi Berita