by

Wakil Dubes AS Bantu 8 Juta Buku

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Wakil Duta Besar Amerika
Serikat (AS), Brian McFeeters, menyerahkan bantuan 8 juta buku bacaan
berjenjang secara simbolis kepada Dirjen Dikdasmen Kemendikbud, Hamid
Muhammad.

“Ayo, anak-anak ikuti saya membaca bersama!” kata Wakil
Dubes AS yang fasih berbahasa Indonesia itu dalam siaran pers
USAID-PRIORITAS, Selasa (24/5).

Dalam penyerahan buku secara
simbolis di SDN Jelupang 2, Tangerang Selatan, Banten (24/5) itu,
Wadubes AS itu mencoba praktik menggunakan buku bacaan berjenjang
berjudul “Kebun Binatang”.

Buku bacaan berjenjang yang dihibahkan
adalah buku yang digunakan guru sebagai alat bantu belajar untuk
membimbing kelompok siswa sesuai tingkat kemampuan membaca dalam
pembelajaran membaca di kelas awal di SD/MI, terutama untuk meningkatkan
keterampilan membaca dan menumbuhkan minat baca siswa.

USAID
melalui program PRIORITAS (Praktik Pembelajaran yang Baik) menghibahkan
lebih dari 8 juta buku bacaan berjenjang pada 13.000 sekolah dan
madrasah mitra dan nonmitra yang tersebar di sembilan provinsi (Aceh,
Sumut, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, Papua, dan Papua Barat).

“Buku
ini akan membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca dan meningkatkan
kenikmatan membaca. Semakin bagus kemampuan membaca seorang siswa,
semakin baik kemampuan belajar mereka,” kata Wakil Dubes AS itu.

Dalam
penyerahan simbolis itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengatakan pemberian buku-buku ini
sangat membantu pendidikan di Indonesia. Dia mengharapkan buku-buku
tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan.

“Tujuannya adalah bagaimana semua penduduk termasuk anak-anak di sekolah gemar membaca, gemar menulis, dan literet,” katanya.

Ia
menjelaskan Literet adalah bisa mengakses informasi, memahami informasi
yang diakses, dan bisa menggunakan informasi tersebut untuk hal-hal
yang berguna.

“Program PRIORITAS adalah bagian dari kemitraan
antara Indonesia dengan Amerika agar bagaimana masyarakat gemar membaca
dan siswa kita juga gemar membaca. Sumbangan 8 juta buku sangat berarti
meski belum cukup karena kurang lebih kita punya 54 juta siswa,”
ungkapnya. Sumber : antara

Comment

Rekomendasi Berita