by

Ayah Membuat Rumah Bagai Neraka, Sulit Memaafkannya Tapi…

Ilustrasi. | Foto: copyright thinktstockphotos.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Setiap orang pasti menginginkan keluarga
yang sempurna. Sempurna dengan kombinasi sosok ayah dan ibu yang saling
mencintai, mengasihi, dan melimpahkan kasih sayang baik moral maupun
spiritual plus bonus kekayaan harta benda. Tapi sayangnya kita tidak
bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan dan ditempatkan. Kita
hanya bisa menerima, menjalani, dan memperbaikinya sekuat hati.

Saya
dilahirkan dari keluarga sederhana di wilayah Jawa Tengah. Ibu saya
seorang anak yatim yang baik hati dengan pendidikan yang minim.
Sedangkan ayah saya, dia adalah sosok yang paling tidak saya inginkan
ada di dalam hidup saya. Bahkan jika boleh memilih. Saya akan memilih
untuk tidak pernah dilahirkan di dunia ini.

Selama kurang lebih
20 tahun saya hidup dengan memendam kebencian kepada ayah saya. Bukan
tanpa alasan. Karena perilaku negatif ayah lah yang membuat kehidupan
keluarga saya menyulitkan. Sejak kecil saya terbiasa mendengar kata-kata
kotor terlontar dengan tanpa dosa dari ayah kepada ibu saya maupun
saya. Nafkah yang seharusnya diberikan sebagai hak kami pun tidak pernah
kami terima dengan layak karena malah digunakan untuk membeli minuman
keras, berjudi dan lainnya. Dan agar saya bisa terus bersekolah dan
hidup dengan layak, ibu saya juga bekerja ala kadarnya dengan menjual
gorengan.

Untuk meringankan beban ibu, saya mencoba membantu
dengan berjualan mainan atau apapun yang halal. Semua itu saya lakukan
sampai saya menginjak bangku kuliah. Selama itu berulang kali ayah masuk
rumah sakit karena komplikasi paru-paru maupun liver namun sepertinya
teguran-teguran dari Allah itu belum mampu menyadarkannya.
(vem/nda)


Comment

Rekomendasi Berita