by

Dandim 0824 : Sukseskan Ketahanan Pangan Untuk Kedaulatan NKRI

Berkat Bantuan TNI Melalui Sergab Mampu Tingkatkan Stock Beras Di Bulog Divre Jember.[Sis/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JEMBER – Seperti biasa tingkat kebutuhan sembako menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri diberbagai daerah biasanya mengalami peningkatan yang signifikan sehingga apabila tidak diimbangi dengan persediaan stock yang memadai acap kali menimbulkan lonjakan harga dipasar.
Untuk Kabupaten Jember pada Ramadhan 1437 H ini sesuai dengan wawancara kami dengan Kabulog Divre Jember M Khozin pada Jum’at 03/06 Pukul 10.00 Wib diruang kerjanya Jl Letjen Suprapto Jember menyampaikan bahwa berkat bantuan TNI melalui Kodim 0824 dan Babinsanya penyerapan Bulog Jember dapat lebih maksimal.
Pada saat tersebut stock beras di gudang Bulog Divre Jember sudah mencapai 36.000 ton  sehingga pencapaian target untuk tahun 2016 ini sudah mencapai 48 %.
Kemudian saat kami tanyakan atensi Tim Serapan Gabah (Sergab) yang di Pimpin Brigjen TNI Agus Heru Prasetyo, M Khozin menegaskan bahwa memang ada beberapa penekanan dari tim tersebut diantaranya agar petani maupun pengusaha beras  hendaknya tetap menjaga kualitas gabah maupun beras yang akan dijual ke Bulog persyaratan minimal paling tidak harus diperhatikan.
Selanjutnya masih atensi dari Tim Sergab agar pengusaha dan petani yang belum menjual beras atau gabahnya ke Bulog agar dihimbau untuk menjual kepada Bulog, bahkan pada saat tersebut mendampingi Tim Sergab dari Mabes TNI berkeliling ke Gudang Bulog Jember maupu ke pengusaha-pengusaha beras.
Selanjutnya saat kami tanyakan terkait dengan persediaan beras menjelang Ramadhan dan Lebaran M Khozin menegaskan bahwa persediaan beras untuk Kabupaten Jember yaitu beras PSO atau  kualitas medium saat ini sekitar 30.000 ton, kalau kebutuhan per bulannya sekitar 2.800 ton maka cukup untuk persediaan hingga Mei 2017, sehingga sangat kuat sekali.
Kemudian terkait dengan kenaikan harga gula yang mencapai Rp. 15.000/Kg dari harga sebelumnya Rp.11.000/Kg, M Kozin menegaskan bahwa terkait hal tersebut kita sudah melaksanakan operasi pasar setiap hari kita jual gula sebanyak 5 ton perhari kita bagi 2 titik di Pasar Tegal Besar dan Pasar Kalisar dengan harga Rp.11.000/Kg sehingga diharapkan mampu mendistrorsi pasar dan menurunkan harga gula dipasaran.
Terkait dengan kenaikan sembako tersebut Bulog hanya bisa menjalankan operasi pasar, selebihnya bukan kewenangan bulog dalam penangananya.
Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, SIP saat kami konfirmasi diruang kerjanya juga menyampaikan bahwa penyerapan gabah atau beras untuk Bulog Jember memang sudah kita lakukan langkah-langkah strategis disamping sosialisasi kepada petani, penyerapan langsung gabungan bersama tim Bulog ke sawah-sawah juga kita adakan Rapat Koordinasi dengan para pengusaha beras.
Dari situ kita menyampaikan dan mengajak semua pihak untuk benar-benar mensukseskan program swa sembada pangan ini, pada kesempatan tersebut juga kita sampaikan bahwa berapapun peningkatan produksi pertanian kalau tata kelola gabah maupun beras masih belum teratur swa sembada pangan sulit untuk diwujudkan.
Untuk itu pada kesempatan tersebut kepada pengusaha maupun kelompok tani yang belum kerjasama dengan Bulog kita ajak untuk bekerjasama  dan kita bersyukur sebagian besar kelompok tani maupun pengusaha sudah bekerjasama dengan Bulog.
Dalam kondisi sekarang tinggal bagaimana kita Kodim 0824 ini bersama-sama masyarakat, peran media untuk mengawal program ini sehingga kita mampu benar-benar menjadi Negara agraris yang ber swa sembada pangan bahkan kita harus menjadi eksportir beras nantinya.
Lebih lanjut  Muhammad Nas menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian ketahanan nasional, jangan sampai kita terlena dan dilemahkan pada ketahanan pangan ini sehingga menggoyahkan ketahanan nasional kita yang sudah mantap ini, sukseskan ketahanan pangan untuk kedaulatan NKRI. (sis24)

Comment

Rekomendasi Berita