by

Dunia Mengutuk Serangan Bom Istanbul

RADARINDONESIANEWS.COM, ISTAMBUL – Para pemimpin dari
seluruh dunia menyatakan mengutuk, merasakan kesedihan, dan kemarahan
atas serangan teror semalam di bandara pusat Turki Ataturk di Istanbul, Selasa (28/6)
yang menyebabkan sedikitnya 36 korban tewas dan 147 lainnya terluka.
 
Dalam pernyataan Rabu pagi ini, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak
mengutuk pelaku bom bunuh diri, dan menggambarkan serangan itu sebagai
“tindakan keji,” serta menyerukan negara-negara Muslim untuk bersatu
dalam memerangi teror.


“Malaysia teguh dan siap untuk bersatu dengan semua negara dalam memerangi terorisme,” katanya, Anadolu Agency melaporkannya.


Najib juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban, dan bersedia memberikan bantuan ke Turki.


“Saya sangat mendorong negara-negara Muslim untuk bersatu dan
meningkatkan kerjasama, khususnya dalam mengutuk dan memerangi aksi
teror oleh orang-orang yang bertindak atas nama Islam,” katanya di
postingan Facebook dan Twitter.


Sementara itu, Perdana Menteri Inggris David Cameron terkejut dengan aksi serangan itu, dan negaranya mendukung Turki.


“Terkejut dengan serangan di Istanbul semalam. Pikiran dan doa kami untuk semua orang yang terkena dampak,” katanya.


Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Marc Ayrault, di akun Twiter juga
menyatakan keterkejutannya, dan bahwa konsulat Perancis di Istanbul siap
untuk bekerja dengan Turki.


Belgia, yang belum lama mengalami serangan teror, juga mengutuk serangan mematikan itu dan berempati kepada para korban.


“Pikiran kita adalah bagaimana dengan korban serangan di bandara
Istanbul. Kami mengutuk perbuatan mengerikan dan meresahkan di
Istanbul,” kata Perdana Menteri Charles Michel.


Perdana Menteri Albania Edi Rama dijadwalkan mendarat di Turki untuk
melakukan kunjungan resmi sesaat sebelum serangan, mendorong Menteri
Luar Negeri Ditmir Bushati untuk mengecam ledakan itu.


“Sangat mengutuk serangan teroris di bandara Istanbul. Pikiran kami bersama korban dan keluarga mereka,” katanya.


Sementara itu, Bert Koenders, Menteri Luar Negeri Belanda, seperti
disebut rekannya Turki, Mevlut Cavusoglu, ikut berbelasungkawa.


Kementerian Luar Negeri Yunani juga berbagi dukungan untuk Turki.


“Jijik dan terkejut oleh serangan teroris baru di Istanbul. Kami
berdiri dengan tetangga kita, teman-teman kita, melawan teror,” katanya.


Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Thorbjørn Jagland menulis melalui Twitter bahwa Uni Eropa berdiri bersama Turki.


Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan bahwa ia terkejut saat mendengar berita itu.


“Pikiran kita adalah orang-orang Turki. Jerman berdiri bersama mereka,” ujarnya.


Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini
menggambarkan serangan mematikan sebagai “serangan teroris tragis lain
di Turki. Uni Eropa berdiri bersama orang-orang Turki. Hati kita dengan
mereka semua,” ujarnya.


Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga mengutuk serangan itu dan menyerukan perang global melawan terorisme.


“Teror terburuk kembali menyerang teman dan tetangga kita. Kekerasan
ekstrimis merupakan ancaman global; kita harus menghadapinya
bersama-sama,” tulis pernyataannya dalam akun Twiter dia.


Melalui akun Twitter Menteri Luar Negeri Kanada Stephane Dion,
mengatakan, Kanada mengutuk serangan itu, dan mengatakan negaranya
“berdiri bersama Turki.”


Pada laman resmi Kantor Berita SPA kantor berita, Raja Arab Saudi
Salman bin Abdulaziz Al Saud menyatakan belasungkawa kepada Presiden
Turki Recep Tayyip Erdogan.


Pemerintah Australia juga mengutuk serangan teror dan mengatakan berdiri dalam solidaritas dengan Turki.


“Pemerintah kami tidak bisa tidak mengekspresikan keterkejutan kami
dan khawatir bahwa sejumlah orang tak bersalah kehilangan nyawa mereka
untuk serangan teror di bandara Ataturk Istanbul,” kata kementerian luar
negeri dalam sebuah pernyataan. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan kecamannya terhadap serangan.


“Kami menawarkan simpati yang tulus dan belasungkawa kepada keluarga
korban, warga dan pemerintah Turki. Kami juga berdoa untuk pemulihan
tercepat dan paling penuh dari mereka yang terluka dalam serangan keji
ini. Kami berdiri dalam solidaritas yang kuat dengan Turki dalam
perjuangan mereka melawan terorisme. Tidak ada keraguan bahwa bencana
ini akan meyakinkan tekad Turki yang tak tergoyahkan,” bunyi pernyataan.
(Mina)

Comment

Rekomendasi Berita