by

Engelina Pattiasina: Ganti Menteri ESDM Sudirman Said Secepatnya

Menteri ESDM, Sudirman Said.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo atau Jokowi
kemungkinan akan menggelar reshuffle kabinet jilid II, usai Lebaran.
Urgensi reshuffle itu sendiri dapat didasari beberapa hal, diantaranya
faktor kinerja sejumlah menteri.
Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Engelina Pattiasina malah
meminta Presiden Jokowi secepatnya melakukan reshuffle, demi untuk
konsolidasi pemerintahan agar sesuai dengan cita-cita dan program
Nawacita Presiden Jokowi. “Dalam proses reshuffle, menteri ESDM Sudirman
Said, harus masuk daftar utama yang mesti diganti,” kata Engelina
kepada wartawan di Jakarta, Minggu (26/6).
Menurut dia reshuffle lebih cepat lebih baik, dan Menteri ESDM
Sudirman Said diganti oleh orang yang lebih berpihak pada kepentingan
rakyat banyak sebagaimana amanat UUD 1945, khususnyanya pasal 33 yaitu
demi kesejahteraan rakyat banyak.
Pasalnya Engelina menilai kalau sejumlah kebijakan Menteri ESDM tidak
sejalan dengan jiwa UUD 1945 dan Nawacita yang merupakan program utama
Presiden Jokowi. Indikasi tak sejalan terlihat dari sikap dan keputusan
yang diambil, berbeda dengan arahan Menko Kemaritiman, khususnya dalam
bidang Migas seperti pembangunan kilang Blok Masela di Maluku.
“Menteri ESDM ngotot meminta dibangun di laut, sementara Menko
Kemaritiman sesuai keinginan Presiden Jokowi yang menghendaki kilang
dibangun di darat,” katanya.
Imbas dari sikap dan pemikiran menteri ESDM itu, meski Presiden
Jokowi telah memutuskan bahwa pembangunan kilang Blok Masela dibangun di
darat, masih saja muncul gerakan-gerakan yang tetap berpandangan bahwa
pembangunan kilang di laut lebih baik dan sebagainya.
“Saya ebebrapa kali ke Maluku dan melihat kecendrungan ada semacam
adu domba antara pihak yang pro pembangunan kilang di darat dan pihak
yang ngotot ingin dibangun kilang di laut. Ini berbahaya bila dibiarkan,
sebab bisa menjadi benih-benih konflik di masyarakat,” ujar Enggelina
mengingatkan.
Terserah Presiden
Ditanya siapa calon pengganti menteri Sudirman Said, tokoh yang
peduli dengan asyarakat Maluku ini mengaku tidak memiliki calon. Soal
itu, terserah kepada Presiden asalkan sang menteri menjunjung tinggi dan
kemudian melaksanakan amanat UUD 1945. 

“Sebab ini sangat mendasar,
jika itu dilaksanakan maka rakyat akan merasakan hasil sumber alam yang
melimpah. Tapi jika tidak, maka akan seperti sekarang, masyarakat yang
tinggal di daerah kaya sumber Migas, hidupnya tetap miskin,” tambahnya.
Khusus mengenai Blok Masela yang mengandung cadangan gas abadi ini,
Engelina mengatakan pembangunan kilang di darat akan berdampak sangat
positif bagi masyarakat Maluku, Muli flayer effectnya sangat besar.
“Mislanya, ketika kilang mulai dibangun maka dibutuhakn rumah sakit
dan sarana lain yang diperlukan. Belum lagi efek positif lain yakni
kebutuhan tenaga terampil dan ahli yang bisa dipasok dari wilayah
Maluku,” katanya.
Jadi, tambah bekas politisi perempuan dari PDIP ini, pembangunan
kilang di darat untuk Blok Masela merupakan momentum bagi Maluku untuk
bangkit dari ketertinggalan selama 50 tahun lebih dari iwlayah lain di
Indonesia.
“Untuk bisang pendidikan saja, Maluku berada di urutan 32 dari 34
provinsi, akibatnya, bukan saja kemiskianan, tapi juga mental orang
Maluku,” ujar Engelina sedih. (Aldo/BB)

Comment

Rekomendasi Berita