by

IPW: Jokowi Jangan Pilih Tikar Jadi Kapolri, Masih Terlalu Muda

Neta S Pane
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sejak 10 tahun terakhir, Polri sudah menyiapkan para kader
calon pimpinannya dengan sistem assesment. Dengan demikian, Polri
sebenarnya punya banyak kader terbaik untuk calon pimpinannya. Namun
diharapkan, Komjen Tito Karnavian (Tikar) tidak ikutan dalam bursa calon
Kapolri saat ini, mengingat Kepala BNPT itu masih panjang masa
dinasnya.
 
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai,
masih banyak senior yang jauh di atas Tito, sehingga mantan Kapolda
Metro Jaya itu perlu lebih dulu mendukung perwira yang senior untuk
menjadi Kapolri. 


“Tito terlalu yunior dan masih banyak senior di atasnya. Sehingga
tidak baik bagi organisasi Polri, kalau ada pihak tertentu yang
mendorong Tito untuk menjadi calon atau bahkan menjadi Kapolri,” kata
Neta dalam rilisnya, Senin (5/6). 


Kalau pun Tito menjadi Kapolri, lanjut Neta, dipastikan dia tidak akan nyaman memimpin para seniornya. 


Jadi, tambahnya, Kalaupun Tito akan menjadi Kapolri, mungkin bisa
saja di masa mendatang, mengingat masa pensiunnya masih lama, yakni
2022.


Presiden Jokowi diharapkan memilih calon Kapolri dari kader terbaik,
yang punya integritas, dedikasi, pengalaman, prestasi, kepemimpinan, dan
jaringan yang bisa diterima masyarakat luas, baik di internal maupun
eksternal. 


Kemudian, Neta mengingatkan bahwa dalam memilih calon Kapolri,
Presiden diharapkan tidak mendengarkan suara-suara orang yang tidak
jelas, yang tidak paham terhadap visi dan misi Polri ke depan. 


Patokan yang perlu diperhatikan Presiden adalah Pasal 11 ayat 6 UU No
2 Tahun 2002 tentang Polri, yang menegaskan bahwa Calon Kapolri adalah
Perwira Tinggi Polri yang masih aktif, dengan memperhatikan jenjang
kepangkatan dan karir.


Ke depan Polri membutuhkan figur Kapolri yang bisa membangun
membangun soliditas organisasi secara utuh, mampu membawa Polri makin
profesional dan modern, mampu membuat Polri cepat merespon
laporan masyarakat, mampu menjaga keamanan, mampu menumpas kejahatan
kelas teri maupun kakap, dan mampu menumpas para penjahat yang
berseragam polisi di internal kepolisian. 


Dengan demikian Kapolri pasca Jenderal Haiti, bisa diharapkan
berjalan maksimal dan bisa makin profesional dalam melayani masyarakat.
(Kds/bb)

Comment

Rekomendasi Berita