by

Ketika Muhammad Ali Berkunjung ke Indonesia

Muhammad Ali saat kunjungan ke Indonesia
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Muhammad Ali legenda tinju dunia berlatar Muslim-Amerika, yang baru
saja dimakamkan Jumat (10/6) kemarin di kampung halamannya, Louisvile,
negara bagian Kentucky, AS, ternyata pernah berkunjung ke Indonesia.


Petinju juara kelas berat dunia tiga kali yang dikenal dengan sebutan
‘Si Mulut Besar’ itu, ternyata pernah berkunjung ke Indonesia, bahkan
dua kali.


Pertama, tahun 1973, atas undangan promotor tinju Raden Sumantri,
dalam tajuk pertandingan besar tinju dunia antara Muhammad Ali melawan
Rudi Lubbers. Duel ini berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Istora
Senayan Jakarta, pada 20 Oktober 1973.


Ia berkunjung setelah tahun sebelumnya 1972, menunaikan ibadah haji
bersama beberapa Muslim-Amerika lainnya. Ia tertarik untuk berkunjung ke
Indonesia negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia.
berbeda dengan Muslim di negaranya, apalagi kali itu, dari warga kulit
hitam dan Islam belum begitu dikenal di sana.


Dalam kunjungan untuk pertarungan itu, Muhammad Ali ‘mempermainkan’
Lubbers dengan menang angka dalam 12 ronde dalam pertandingan kelas
berat tanpa gelar. Padahal menurut informasi, Ali kala itu tidak berada
dalam kondisi terbaik, karena persiapannya hanya sepuluh hari.


Namun Ali tetap menyuguhkan tontonan yang menarik pengunjung dan penonton tinju di seluruh dunia.


Dalam kesan-kesannya selama berkunjung ke Jakarta, ia memberi pernyataan, “A unique country, where the population is very friendly and always smile to anyone”. (Sebuah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapapun). sumber: cnews.


Saat itu pula Muhammad Ali dipertemukan dengan Gubernur DKI Ali Sadikin.


Laman Detik menyebutkan, Muhammad Ali dikabarkan pernah
berkunjung lagi ke Indonesia untuk kedua kalinya pada tahun 1974. Saat
itu ia sengaja datang dan melakukan ceramah di Masjid Al Azhar, Jakarta
Selatan. Namun, tidak banyak informasi yang dapat diperoleh dari
kunjungannya ini.


Hanya disebukan dalam ceramahnya di hadapan ratusan jemaah yang hadir
di Masjid Al Azhar, bahwa Muhammad Ali menyampaikan mengenai
kebanggaannya akan agama Islam yang dia anut. Ali juga meminta seluruh
jemaah untuk semakin percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad. Ali juga mengingatkan bahwa seluruh umat muslim itu adalah saudara.


Usai ceramah, para jemaah menghadiahkannya sebuah kopiah dan baju
batik, yang saat itu langsung dipakainya. Namun, Pihak Al Azhar masih
belum bisa dimintai informasi soal kunjungan ini.


Setelah pensiun dari ring tinju tahun 1981, Muhammad Ali rupanya
kangen dan berkunjung kembali ke Indonesia, untuk ketiga kalinya, pada
tanggal 23 Oktober 1996.  Namun kali ini hanya kunjungan biasa, alias
melepas rindu dan mungkin ingin melihat penduduk Indonesia yang
“bersahabat dan selalu tersenyum kepada siapapun”.


Dalam kunjungan keduanya ini, seperti diungkap kembali media Tribun News
edisi Kamis (9/6/2016) sang legenda yang kala itu ditemani Yank Barry,
musisi dan pengusaha, pendiri yaysan sosial Global Village Foundation,
teman dekat Ali, mentraktir warga Jakarta yang ia temui di sekitar hotel
tempat dia menginap.


Sepanjang perjalanan dengan berjalan kaki dari hotel ke restoran,
ternyata banyak orang yang melihatnya dan kemudian menyapanya,
menyalaminya, dan mengikutinya dari belakang.


Setelah sampai di restoran, Ali bertanya kepada setiap orang yang
mengikutinya hingga ke tempa makan itu. “Kamu mau apa?” Pertanyaan itu
kemudian berurutan ke setiap orang yang ada, dan mereka kompak menjawab,
“Kami mau apa yang Anda pesan”.


Melihat itu, Ali pun langsung bersuara “Sarapan di sini saya yang traktir semua.”


Dan kabarnya, tagihannya mencapai sekitar 180 dollar AS. Tentu jumlah
yang sangat besar kala itu. (kalau dikurs rupiah saat ini, sekitar
Rp2.395.625).


Dalam kunjungan keduanya ini, Muhammad Ali dipertemukan dengan
beberapa pejabat negara, di antaranya Menteri Agama Tarmizi Taher dan
Menteri Penerangan Harmoko.


Dan sepanjang 1982-1986, Ali bukan hanya ke Indonesia, tapi juga
pernah berkunjung ke beberapa di belahan dunia, di antaranya ke Jepang,
Cina, Eropa, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan negara-negara di
Amerika Selatan dan di kawasan Afrika, Bahkan ia kunjungi Lebanon dan
Palestina untuk memberikan dukungan atas perjuangan bangsa Palestina,
tahun 1985.


Saat itu Muhammad Ali melakukan perjalanan ke Palestina untuk
menjamin pembebasan tahanan Lebanon dan Palestina yang ditahan di
penjara tanah jajahan Israel, Lebanon Selatan. Ia mengunjungi kamp-kamp
pengungsi Palestina yang mendiami kawasan itu sejak 1974.

Selesai kunjungan, Muhammad Ali di Beirut mengatakan, “Atas nama saya
dan nama semua Muslim di Amerika, saya menyatakan dukungan bagi
perjuangan Palestina untuk membebaskan tanah air mereka dan mengusir
penjajah Zionis.”


Komentar selanjutnya, setelah berkunjung, terutama ke negara-negara
berpenduduk mayoritas Muslim, ia pun menyimpulkan, “Jika kita ingin
menjadi besar, maka kita harus menjadi seorang Muslim,” kata Ali,
seperti diungkap The National Sport.


Muhammad Ali juga menyukai tokoh-tokoh Muslim yang memberinya
semangat perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan. Di antaranya dia
senang membaca buku “Towards Understanding Islam” karangan Syaikh Abul Ala Maududi, (mina)

Comment

Rekomendasi Berita