by

Larangan Berhijab Tak Menyurutkan Langkahku Bermain Basket

Foto: copyright mvslim.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ia bukanlah wanita biasa. Tak hanya dikenal sebagai seorang pemain
basket profesional, tapi juga sosok inspiratif sebagai pembicara,
presiden Global Aktivne, dan juga inspirator. Namanya Indira Kaljo.
Wanita muslim berdarah Bosnia-Amerika ini kini begitu bersinar. Tapi
dulu ada sebuah kisah pahit yang harus dilaluinya.

Seperti yang dilansir oleh mvslim.com, Indira mulai aktif berolahraga sejak berusia 7 tahun. Mulai dari berenang, softball,
voli, dan basket yang jadi favoritnya. Ia mendapat beasiswa untuk
bermain basket di Tulane University, kampus yang juga jadi tempatnya
kuliah untuk mendapatkan gelar S1 dan S2 dengan penjurusan di pendidikan
olahraga.

“Saya bermain basket di luar negeri selama dua tahun,
setahun di Irlandia dan setahun di kampung halaman saya, Bosnia. Saya
sangat menyukai basket karena olahraga inilah satu-satunya yang bisa
membuat saya selalu bahagia. Komposisi tim dan berjuang bersama mencapai
tujuan yang sama sembari tetap bisa memiliki semangat kompetitif secara
individu menjadi bagian yang paling saya sukai,” ungkap Indira.

Foto: copyright yenisafak.feo.doracdn.comFoto: copyright yenisafak.feo.doracdn.com

Menjadi
seorang muslim dan besar di Amerika, Indira tak mengalami banyak
kesulitan. Teman-teman timnya dan juga pelatihnya pun memiliki toleransi
yang tinggi.

Tapi keadaan jadi agak berubah saat Indira
mengenakan hijab. Fédération Internationale de Basketball (FIBA) atau
Federasi Basket Internasional adalah badan pengatur internasional basket
melarang para pemain basket wanita mengenakan hijab. Sebagian besar
federasi basket memang tak mengizinkan pemainnya memakai hijab, meski
tak ada aturan tertulis mengenai hal itu. Saat itu hanya liga dari
negara tertentu saja yang memperbolehkan pemainnya mengenakan hijab,
seperti Turki, Bosnia, Indonesia, Qatar, Mesir, dan Swedia.

Foto: copyright koha.mkFoto: copyright koha.mk

Larangan
berhijab tak membuat semangatnya surut. Dia berkampanye agar FIBA
memperbolehkan penggunaan hijab. Indira juga membangun organisasi yang
diberi nama Global Aktivne dan ia terus berusaha untuk memperjuangkan
hak para atlet yang mengalami masalah atau tantangan yang mereka hadapi
sebagai atlet.

Tak mudah melewati masa sulit tersebut. Indira
pun menyerahkan semuanya hanya pada Allah SWT. Sambil bersujud saat
salat, ia sampaikan semua keluh kesahnya pada-Nya. Dengan kekuatan itu,
ia terus berjuang.

Melalui Global Aktivne, Indira ingin memberi
tempat yang aman untuk para perempuan agar mereka bisa mewujudkan
mimpinya, visinya, dan tujuannya. Ada banyak program yang dibuat, mulai
dari soal kesehatan, olahraga, dan juga berbagai kegiatan sosial
lainnya.

Meski pernah dilarang bermain basket karena hijab yang
dikenakannya, Indira tak patah arang. Malah ia lebih termotivasi untuk
melakukan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dan besar lagi untuk orang
lain.

Indira pun memiliki pesan untuk para perempuan dan wanita
muslim lainnya yang ingin membangun karier di dunia atletik. “Saya ingin
memberitahu para remaja dan wanita untuk mengejar impian dan kata
hatinya. Entah itu bermain untuk diri sendiri atau berjuang untuk
bergabung dalam sebuah tim, yang penting jangan menyerah. Walaupun ada
hambatan-hambatan yang menghadang, semua akan indah pada waktunya. InsyaAllah,” paparnya.[vem]

Comment

Rekomendasi Berita